Berduaan dengan Anak Dibawah Umur Dalam Kamar Hotel, Pria Beristri Ini Digrebek

Pemko Tpi

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Petugas KPPAD Provinsi Kepri didampingi oleh anggota Polsek Tanjungpinang Barat, melakukan penggrebekan terhadap seorang pria beristri inisial J karena berduaan dengan anak dibawah umur sebut saja Bunga (16) di salah satu hotel kawasan setempat, Sabtu (27/6) lalu sekitar pukul 23.30 WIB.

Hal ini terungkap saat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mendapatkan arahan dari Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk melakukan penggrebekan didampingi anggota Polsek Tanjungpinang Barat.

Informasi yang dihimpun dari salah seorang warga di sekitar hotel, saat digrebek, J sedang berduaan dengan anak dibawah umur tersebut di salah satu kamar hotel di Tanjungpinang.

“Iya benar ada anak digrebek waktu itu. Ramai petugas yang datang,” ujar warga tersebut.

Setelah digerebek, J dan anak dibawah umur tersebut dibawa ke Polsek Tanjungpinang Barat untuk diamankan. Namun, informasi dari warga, J dan anak dibawah umur itu dipulangkan oleh petugas kepolisian dari Polsek Tanjungpinang Barat sekitar subuh.

Menanggapi hal itu, komisioner KPPAD Kepri, Titi Sulastri, sangat menyayangkan dengan dipulangkannya J yang sudah beristri.

Menurut dia, kasus ini sudah masuk dalam kategori pencabulan anak dibawah umur. Sehingga, tidak bisa diselesaikan dengan cara damai.

“Kita sangat menyayangkan kenapa hal ini bisa terjadi. Karena kasus pencabulan terhadap anak itu tidak ada toleransi bagi pelakunya,” tutur Titi di ruang kerjanya di kantor KPPAD Kepri, Senin (29/6) lalu.

Sementara itu, orang tua anak dibawah umur tersebut mengungkapkan, dirinya meminta agar pihak kepolisian memulangkan anaknya dan pelaku karena hubungan keduanya sudah serius dan akan segera nikah.

“Kita minta mereka dipulangkan karena hubungan mereka sudah serius dan akan segera menikah,” ujar ibu anak dibawah umur saat dihubungi dari Mapolsek Tanjungpinang Barat, Senin (29/6) kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP Indra Jaya melalui anggotanya yang ikut melakukan penggrebekan, Doni, menceritakan, dipulangkannya J dan anak dibawah umur itu atas permintaan orang tua yang tidak mau diproses karena dianggap aib.

“Mereka bukan kita pulangkan, tapi orang tuanya yang minta dipulangkan karena mungkin aib itukan. Mereka pulang subuh waktu itu,” jelasnya.

Bahkan, kata Doni, saat orang tua anak dibawah umur meminta dipulangkan, pihaknya juga meminta pendapat P2TP2A namun tidak bisa memberikan keputusan. Sedangkan orang yang memerintahkan P2TP2A saat dihubungi anggota polisi melalui seluler tidak merespon sehingga dipulangkan.

Terpisah, Hartendi sebagai pendamping di P2TP2A Kepri yang juga ikut saat penggrebekan mengatakan, saat ini anak dibawah umur tersebut dalam penanganan pihaknya.

“Lagi kita dampingi penanganannya. Tapi untuk perkembangan lebih lanjut silahkan konfirmasi ke Pak Lalu yang melakukan pendampingan terhadap korban,” kata Hartendi.

Hingga berita ini dilansir, media ini belum mengetahui J apakah sudah menjalani proses hukum atau bebas berkeliaran.

(san)