BBI Berharap Pembudidaya Ikan Air Tawar di Natuna Mampu Mandiri dan Berkembang

Kepala UPT BBI Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Harianto alias Aan, saat memberikan penjelasan kepada awak media.

Natuna, LintasKepri.com – Pada tanggal 4 Mei 2021 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Perikanan, telah menyalurkan bantuan benih ikan lele kepada 12 kelompok pembudidaya ikan air tawar yang ada di Kabupaten Natuna.

Pemerintah Daerah berharap para pelaku usaha budidaya ikan air tawar, khususnya lele, dapat mengembangkan usahanya secara mandiri.

“Kita berharap mereka (kelompok penerima bantuan benih lele, red) dapat mengembangkan usahanya dalam membudidayakan ikan lele, dari hasil bantuan yang telah kami berikan,” ucap Kepala Dinas Perikanan Natuna, melalui Kepala UPT Balai Benih Ikan (BBI) Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Harianto, saat di temui di ruang kerjanya di Sepempang, Rabu (02/06/2021) siang.

Pria yang akrab disapa Aan itu menuturkan, di awal tahun ini pihaknya telah menyalurkan sebanyak 18 ribu benih ikan lele jenis sangkuriang, terhadap 12 kelompok pembudidaya ikan air tawar yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Natuna.

Harianto atau Aan, saat memberi penjelasan soal bagaimana cara memijah ikan air tawar.

“Masing-masing kelompok kami berikan 1.500 benih ikan lele untuk di budidayakan. Nanti di kelompoknya ada berapa orang, tinggal di bagi saja,” kata Aan.

Aan mengaku, jika pihaknya siap jika para pelaku usaha budidaya ikan air tawar ingin mempelajari ilmu tentang tata cara membudidayakan ikan air tawar. Hal ini di harapkan agar para pelaku usaha budidaya ikan air tawar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri, tanpa harus terus bergantung kepada Pemerintah.

“Misalnya mereka ingin belajar memijah lele, kami siap membantu. Jadi kalau nanti mereka sudah pandai mengembang biakkannya, tidak perlu lagi meminta benih ikan ke Pemerintah, karena mereka sudah bisa melakukannya sendiri,” ujar Aan.

Kata dia, UPT BBI Natuna telah memiliki tenaga teknis yang mahir dan mumpuni dalam mengembangkan usaha perikanan, khususnya air tawar.

Tempat pemijahan ikan air tawar milik UPT BBI Sepempang, Natuna.

Ia pun berharap, agar masyarakat tidak sungkan-sungkan untuk datang dan bertukar pikiran dengan pihak UPT BBI, mengenai seputar budidaya ikan air tawar, seperti lele, nila dan mujair.

Menurut Aan, prospek usaha ikan air tawar khususnya lele, sangat menjanjikan. Pasalnya, banyak rumah makan di sekitar Ranai Kabupaten Natuna, yang selalu membutuhkan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

“Kalau dulu mungkin orang kita (melayu Natuna, red) kurang suka dengan ikan air tawar. Tapi kalau sekarang kan sudah banyak pendatang, yang mereka rata-rata mengkonsumsi ikan air tawar. Saya rasa di rumah makan itu sehari bisa menghabiskan hingga 10 kilo ikan lele. Artinya apa, usaha ikan air tawar ini sangat menjanjikan, jika benar-benar di tekuni,” terang Aan.

Aan mengajak kepada masyarakat Natuna, khususnya para pecinta ikan air tawar, agar dapat mengambil peluang bisnis dari berbudidaya ikan air tawar, baik lele, nila maupun mujair. (Erwin)