Bawaslu Natuna Kembali Monitoring dan Berikan Bimtek kepada Panwas Pemilu

Komisioner Bawaslu Natuna, Divisi SDM dan Organisasi, Lindawati, saat menyerahkan kartu tanda peserta petugas Pengawas Pemilu, di Kantor Panwascam Bunguran Tengah.

Natuna, LintasKepri.com – 6 hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Calon Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali melakukan monitoring dan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), kepada para Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu ditingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bawaslu Natuna, melalui Komisioner Divisi SDM dan Organisasi, Lindawati, saat ditemui sejumlah awak media di Kantor Panwascam Bunguran Tengah, pada Kamis (03/12/2020) siang.

Kata dia, Bimtek ini merupakan kali kedua, karena sebelumnya telah dilakukan kegiatan yang sama pada tanggal 16 November 2020.

“Ini adalah lanjutan Bimtek yang kedua dan terakhir menjelang hari pencoblosan pada 9 Desember nanti,” katanya.

Disebutkannya, pemberian Bimtek terhadap para pengawas pemilu ini, dilakukan serentak di 15 Kecamatan se-Kabupaten Natuna.

Selain itu, sambung Lindawati, bahwa kegiatan ini juga sekaligus untuk memastikan bahwa seluruh petugas pengawas pemilu, dalam kondisi non reaktif Covid-19.

Bawaslu Natuna saat melakukan monitoring dan memberikan Bimtek kepada para anggota Panwascam Bunguran Tengah.

Pasalnya kata dia, pada pelaksanaan rapid tes sebelumnya, ada 5 orang petugasnya yang terkonfirmasi reaktif.

Diantarnya 1 orang dari Kecamatan Bunguran Timur, 1 dari Bunguran Batubi, 1 dari Bunguran Barat, 1 dari Bunguran Utara, 1 dari Serasan dan 1 lagi dari Pulau Laut.

“Namun syukur Alhamdulillah, setelah kita lakukan rapid yang kedua, hasilnya non reaktif semua. Kalau masih ada yang reaktif, terpaksa nanti kami carikan PAW nya,” jelas Lindawati.

Diakuinya, bahwa tugas para pengawas pemilu saat ini cukup berat. Selain harus mengawasi jalannya pemilu, pihaknya juga dituntut untuk mengawasi pelanggaran protokol kesehatan.

“Jadi kalau ada yang melanggar protokol kesehatan saat pelaksanaan pemilu, kami berhak untuk menegurnya,” tegas wanita berhijab itu.

Lindawati juga berpesan kepada seluruh pemilih yang ada di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah, agar dapat menggunakan hak suaranya dengan baik, sesuai hati nuraninya.

Sebab imbuh dia, jika kita bisa memilih calon pemimpin dengan cerdas, maka akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas, untuk memimpin suatu daerah kearah yang lebih baik kedepannya.

“Seorang pemimpin itu adalah cerminan dari diri kita sendiri, sebagai pemilih,” pesan Lindawati.