Basarnas Natuna Laksanakan Siaga SAR Khusus Jelang Lebaran

Foto bersama diatas KM Sabuk Nusantara 48/
Foto bersama diatas KM Sabuk Nusantara 48.

Natuna, LintasKepri.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas II, atau yang lebih dikenal dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Natuna, melaksanakan pemantauan dan pengamanan, saat masuknya Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 48, yang bersandar dipelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga. Pada Jum’at (31/05/2019) malam.

Kepala Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel, menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Siaga SAR Khusus, yang dilakukan oleh Tim Basarnas diseluruh Indonesia, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik, menjelang Lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah tahun ini.

“Ini dilakukan Basarnas dari Sabang sampai Merauke, pada H min 7 sampai H plus 7 Lebaran tahun ini. Kami ingin para pemudik bisa merasa aman dan nyaman, dengan kehadiran kami disini. Kami siap untuk memberikan pertolongan pertama, saat terjadi peristiwa kecelakaan. Namun besar harapan kami, tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan bersama. Jika pun terjadi, kita sudah siap,” terang Mexi, saat ditemui awak media di Pelabuhan Selat Lampa.

Kepala Basarnas Natuna Mexianus Bekabel, bersama Kasi Ops Muhammad Saleh, dan sejumlah anggotanya, saat menanti kedatangan kapal.
Kepala Basarnas Natuna Mexianus Bekabel, bersama Kasi Ops Muhammad Saleh, dan sejumlah anggotanya, saat menanti kedatangan kapal.

Lelaki humoris tersebut menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan Siaga SAR Khusus, di tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi oleh warga, seperti pelabuhan, bandara dan tempat pariwisata.

“Saat ini fokus kami melakukan Siaga SAR Khusus di pelabuhan Selat Lampa, pelabuhan Binjai, pelabuhan Penagi, pelabuhan di Anambas dan Bandara Lanud Raden Sadjad. Lalu ditempat-tempat wisata, seperti Pantai Batu Kasah, Pantai Tanjung, Jelita Sejuba, dan tempat wisata lainnya yang ramai dikunjungi oleh orang saat libur lebaran,” terang Mexi.

Lelaki asal Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mengakui, bahwa pihaknya saat ini mengalami kekurangan jumlah personel dilapangan. Untuk itu, pihaknya musti harus menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dan instansi terkait yang ada di Kabupaten Natuna, agar mampu membackup berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Tim SAR.

Kepala Basarnas Natuna Mexianus Bekabel saat melakukan salam komando dengan Nahkoda KM Sanus 48 Kapten Frans Felix Masnifit.
Kepala Basarnas Natuna Mexianus Bekabel saat melakukan salam komando dengan Nahkoda KM Sanus 48 Kapten Frans Felix Masnifit.

“Personel kami dilapangan hanya ada 16 orang. Itupun sebagian lagi ada di Anambas. Makanya saya selalu berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, POLRI dan Pemda Natuna. Kami akui, kami tidak bisa kerja sendiri, tanpa adanya bantuan dari mereka semua,” ungkapnya.

Sementara itu Nahkoda KM Sabuk Nusantara 48 Kapten Frans Felix Masnifit mengatakan, bahwa kapal dengan kapasitas 500 penumpang tersebut, berlayar dengan rute Tanjungpinang, Tambelan, Sentete, Serasan, Selat Lampa PP.

“Kapal ini dilepas oleh Gubernur Kepri di Tanjungpinang, pada tanggal 27 Mei kemarin, dengan tiket gratis yang ditanggung oleh Pemerintah,” ujar Frans Felix.

Kepala Basarnas bersama perwakilan Pelni dan Sahbandar, saat menunggu kedatangan kapal disalah satu rumah makan.
Kepala Basarnas bersama perwakilan Pelni dan Sahbandar, saat menunggu kedatangan kapal disalah satu rumah makan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Pelni Natuna, Dhany, menyebutkan, bahwa KM Sabuk Nusantara 48 adalah kapal yang diperbantukan dari pihak Pelni, untuk melayani transportasi laut bagi para pemudik, dari dan ke Natuna.

“Kapal ini diflot langsung dari pihak Pelni pusat. Ini masih satu kali putaran lagi. Satu trip sekitar 2 minggu,” terang Dhany.

Kapal tersebut sempat terjadi keterlambatan selama kurang lebih 2 jam, lantaran harus terlebih dahulu menunggu salah seorang penumpang dari Kecamatan Serasan, yang hendak melakukan persalinan di RSUD Natuna. Namun sayangnya, penumpang tersebut akhirnya melahirkan putra ketiganya diatas kapal, tepat 1 jam sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Selat Lampa, sekitar pukul 20:30 Wib.

Laporan : Erwin Prasetio