Bank Mandiri Himbau Masyarakat Natuna Waspadai UN-Swissindo

Salah seorang scurity Bank Mandiri menunjukkan spanduk berisikan himbauan kepada masyarakat, atas aktifitas UN-Swissindo.

Salah seorang scurity Bank Mandiri menunjukkan spanduk berisikan himbauan kepada masyarakat, atas aktifitas UN-Swissindo.

Natuna, LintasKepri.com – Para relawan yang tergabung dalam United Nation (UN) Swissindo, ternyata tidak hanya beraktifitas di beberapa Kota di Pulau Jawa, namun juga sudah mulai merambah ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Bank Mandiri cabang Natuna juga telah memasang himbauan kepada masyarakat Natuna, yang terbentang didepan pintu masuk Bank yang beralamatkan di Jalan DKW. Mohammad Benteng, Ranai tersebut.

Dalam himbauan tersebut tertulis, “Waspada, Bank Mandiri Tidak Pernah Bekerjasama dengan UN-Swissindo dan Tidak Bertanggung Jawab Atas Kerugian yang Timbul dari Aktifitas UN- Swissindo”.

“Ini bukti, bahwa kita tidak bekerjasama dengan UN-Swissindo, dan kami tidak bertanggung jawab atas kerugian masyarakat yang membayar voucer UN-Swissindo,” ujar Suhaidi, salah seorang Scurity Bank Mandiri. Senin (19/03/2018) siang.

Kata Suhaidi, sudah ada salah seorang warga Natuna yang datang ke Bank Mandiri, untuk mengurus pelunasan hutangnya di Bank tersebut, dengan mengatas namakan UN-Swissindo.

“Ada ibuk-ibuk yang bawa nama UN-Swissindo kesini, tapi kami tolak. Sepertinya beliau salah satu korban,” ungkapnya.

Namun pimpinan Bank Mandiri cabang Natuna, atas nama Sri Nugroho, belum bisa dijumpai oleh media ini untuk dikonfirmasi, lantaran masih berada diluar Kota.

Kabarnya, para relawan dibawah pimpinan Soegiharto Notonegoro itu, sudah mulai beraksi di daerah Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi. Dan beberapa warga sudah mulai menjadi korban.

“Katanya untuk mendapatkan voucer UN-Swissindo, mereka harus membayar Rp 35 ribu, setelah itu hutang mereka yang ada di Bank bakal lunas. Ini kan tidak masuk akal,” kata sumber terpercaya, yang tidak ingin identitasnya ditulis.

Ia berharap masyarakat Natuna bisa waspada dan berhati-hati, jika ada seseorang yang mengaku sebagai relawan UN-Swissindo.

“Infonya relawannya juga orang sini (Natuna, red), hati-hati ajalah,” pesannya.

Kisah heboh UN-Swissindo bermula di wilayah Pantura Timur, Provinsi Jawa Tengah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sampai turun tangan dan menghentikan kegiatan UN-Swissindo.

Bahkan, beberapa bank swasta seperti Bank Mandiri, juga dibuat kerepotan karena menjadi sasaran warga. Mereka ada yang bertanya ke bank setelah mendapatkan voucher UN-Swissindo.

Mereka mengungkapkan, UN-Swissindo merupakan komunitas yang mengemban misi mewujudkan sila kelima dalam Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk mewujudkannya, relawan UN-Swissindo tengah berupaya untuk mengungkap harta kekayaan negara, sejak zaman kerajaan yang saat ini menurut mereka disimpan dan disembunyikan oleh pimpinan negara. Mereka meyakini, harta karun dari kerajaan-kerajaan nusantara hingga zaman Soekarno masih tersimpan di Bank Swiss.

Nantinya hasil pengungkapan tersebut yang akan digunakan untuk mewujudkan kemakmuran bagi seluruh warga negara Indonesia. Salah satunya pemberian dana hibah, untuk melunasi seluruh tanggungan hutang masyarakat. Misi tersebut dinamai misi ilahi.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top