Lintaskepri.com, Jakarta – Bencana alam banjir bandang di Kabupaten Sukabumi menyisakan duka mendalam bagi seluruh warganya.
Peristiwa bencana alam itu terjadi pada Rabu 4 Desember 2024, diperkirakan sebanyak 133 kejadian bencana alam yang terjadi di kawasan tersebut.
Tercatat hampir seluruh kawasan dan permukiman warga di 34 Kecamatan habis dihantam derasnya banjir.
Secara rinci, tanah longsor terjadi di 66 titik, banjir 35 titik, angin kencang 15 titik dan pergerakan tanah di 17 titik.
Adapun jumlah korban yang terdampak yakni 180 KK dengan 461 jiwa, yang mengungsi 98 KK dengan 247 jiwa, warga terancam 143 KK dengan 239 jiwa, tiga orang meninggal dunia dan empat orang tertimbun longsor.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengungkapkan, bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi tergolong luar biasa. Curah hujan di Sukabumi menunjukkan angka yang sangat ekstrem.
“Pada Selasa malam, data yang kami rekap pada Rabu pagi menunjukkan ada beberapa pos curah hujan yang angkanya sangat tinggi, ada yang mencapai 200 mm. Bahkan, 261 mm per hari. BMKG sendiri menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm per hari dan itu sudah dianggap ekstrem,” kata Dikky saat meninjau lokasi bencana di Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/12/2024).
Dikky menjelaskan, bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi diakibatkan oleh luapan sejumlah sungai hingga merendam beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Lebih lanjut, kondisi pendangkalan sungai juga tidak mampu menampung debit air yang besar.
Pihaknya menyiapkan beberapa penanganan salah satunya dengan pengerukan sungai, pemeriksaan tanggul, dan perbaikan.
Sayangnya, pemerintah mengalami keterbatasan alat berat dan akses sehingga pengerukan baru bisa dilakukan di satu lokasi yaitu di Sungai Cipalabuhan, Kecamatan Palabuhanratu. (*)
Editor: Ism