'

Bangun Museum Bahari dan Zuriat Center

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, sejarah kelautan yang panjang di Kepri harus dirasakan terus nuansanya hingga saat ini. Kejayaan para pahlawan Kepri, terutama yang memanfaatkan luasnya lautan diharap semakin membangkitkan nasionalisme generasi muda.

“Karena itu Pemprov ingin mendirikan Museum Bahari. Banyak manfaat kehadiran museum itu. Termasuk untuk mendukung kepariwisataan,” kata Nurdin, usai menghadiri Silaturahmi Zuriat dan Budaya di Taman Khazanah Melayu, Istana Kampung Gelam, Singapura, Jumat (7/9).

Dari kunjungannya itu, Nurdin mengatakan, tampak kejayaan Kerajaan Melayu dulu sangat meluas. Kekuatan di laut sangat terlihat. Baik pertahanan, ekonomi, perdagangan dan budaya. Nurdin kagek banyak kisah dan bukti kejayaan dari Demak, Siak dan lainnya.

“Kepri juga ingin mewujudkan kejayaan tersebut. Mari semua bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan maritim dalam arti luas,” kata Nurdin.

Muesum yang ada di sini menampilkan keunggulan dunia maritim pariwisata selerti tambang timah, pasir dan emas. Bukti-bukti sejarah keunggulan itu begitu terlihat.

Kepri, kata Nurdin, siap mengembalikan kejayaan itu. Sekarang sebagian sudah berjalan. Seperti industri perkapalan dan pariwisata.

“Artinya mari kembalikan kejayaan maritim yang pernah ada di bumi Nusantara ini,” ajak Nurdin

Nurdin yakin Museum Bahari memberi banyak manfaat setelah melihat berbagai artefak, foto-foto, miniatur dan lainnya terkait dengan kebaharian. Termasuk bermacam bentuk kapal dan pemanfaatannya sejak zaman kerajaan dulu.

Menurut Nurdin, kehadiran Museum Bahari akan menambah banyak informasi dan pengetahuan tentang Kepri. Termasuk perjuangan para pahlawan Kepri dalam banyak pertempuran di laut.

Setelah museum berdiri, Gubernur berharap sumbangsih masyarakat dalam hal pengumpulan barang peninggalan bersejarah. Seperti di museum di Singapura mulai dari peninggalan kerajaan Demak pun ternyata ada.

Dalam silaturahmi zuriat itu, Nurdin hadir bersama Hj Noor Lizah Nurdin Basirun. Hadir juga Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Ketua Lembaga Adat Melayu Kepri H Abdul Razak dan sejumlah anggota LAM. Ketua MUI H Azhar Hasyim juga ikut mendampingi bersama sejumlah Kepala OPD. Pertemuan itu juga dihadiri President of Bugis Malay Singapore R Muhammad Khalid.

Selain membahas soal kebaharian, juga dibahar tentang zuriat raja-raja Melayu dahulu yang kini tersebar di berbagai negara. Ada usulan di Pulau Penyengat dibuay semacam Zuriat Center untuk mengetahui dari garis mana saja berbagai generasi yang kini tersebar itu. Apakah dari Daeng Celak, Daeng Marewa dan sebagainya.

“Ada keinginan menyatukan silsilah zuriat. Dengan membuat semacam zuriat centre di Penyengat dan dipadukan keinginan Gubernur mewujudkan museum bahari, untuk memperkuat Kepri sebagai Poros Maritim,” kata Hj Noor Lizah di sela-sela pertemuan itu.

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top