Baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis FKUI di Sedanau Natuna Sukses Digelar

Foto bersama usai acara penutupan Baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Foto bersama usai acara penutupan Baksos Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Natuna, LintasKepri.com – Setelah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa pemeriksaan kesehatan secara gratis, di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menutup secara resmi Baksos tersebut.

Perwakilan rombongan FKUI, Bambang Widiantoro menjelaskan, bahwa dari tanggal 26-27 Juli 2019, ada sebanyak 557 warga dari berbagai daerah yang ada di Kecamatan Bunguran Barat, yang mendatangi posko Baksos FKUI yang ada di Kelurahan Sedanau, untuk melakukan pemeriksaan secara gratis.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi. Semua telah mendapatkan pemeriksaan dan edukasi dari dokter spesialis jantung. Mudah-mudahan kedepan masyarakat bisa mengetahui tentang bagaimana merawat dan menjaga kesehatan jantung,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan pada penutupan Baksos FKUI di Sedanau, pada Minggu (28/07/2019) siang.

Penyerahan Cinderamata  kepada Camat Bunguran Barat, Bukhary.
Penyerahan Cinderamata kepada Camat Bunguran Barat, Bukhary.

Kata dia, pihaknya telah melakukan rekam jantung terhadap 236 warga, 100 orang USG jantung, 123 orang USG pembuluh darah dan 300 orang mendapatkan edukasi tentang pola makan yang baik dan benar.

Dari 557 warga Bunguran Baratyang berhasil dilakukan pemeriksaan, terdapat 20 warga yang mengalami hipertensi, dengan tekanan tensi diatas 200. Hipertensi sendiri merupakan salah satu penyebab utama seseorang mengalami penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal.

“Dari data yang kami peroleh, ternyata 52 persen masyarakat Natuna mengalami hipertensi. Artinya 1 dari 2 orang dewasa yang ada di Natuna, mengalami hipertensi. Ini jumlah yang sangat besar. Kami pun akan melakukan penelitian, apa yang menyebabkan masyarakat Natuna banyak yang mengalami hipertensi. Apakah karena pola makan, faktor genetik atau masalah lingkungan,” terang dr. Bambang Widiantoro.

Foto bersama dengan peserta penyuluhan
Foto bersama dengan peserta penyuluhan kesehatan awam.

Atas fakta mengejutkan tersebut, pihak FKUI berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Kesehatan dan Pemerintah di tingkat Kecamatan, Kelurahan/Desa, agar bersama-sama mencari solusi, agar masalah hipertensi yang dialami oleh masyarakat di perbatasan tersebut, bisa menurun.

“Masalah hipertensi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, ini adalah masalah yang cukup serius, harus segera dicarikan solusinya agar bisa dicegah. Karena hipertensi dapat berpotensi timbulnya penyakit berbahaya yang lain. Pemda Natuna harus segera bertindak,” tegasnya.

dr. Bambang Widiantoro berharap, kedepan masyarakat yang berada diwilayah terdepan, terisolir dan teringgal (3T) tersebut, dapat lebih mengerti tentang bagaimana menjaga kesehatan bagi tubuh mereka. Yang dimulai dari menjaga pola makan, berperilaku bersih dan sehat dikehidupan mereka sehari-hari.

“Karena output kami yaitu untuk memperoleh data kesehatan dari sini. Jadi kita juga dapat fitback dari kegiatan ini, supaya masyarakat Natuna kedepan bisa memperoleh layanan kesehatan secara maksimal,” pungkasnya.

Rombongan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat meninggalkan Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.
Rombongan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat meninggalkan Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, pada Ahad (28/07/2019) siang.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Sedanau, FKUI juga menggelar kegiatan yang dipusatkan di Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna. Diantaranya pelatihan BLS untuk para dokter, pelatihan untuk tenaga medis dan perawat serta pelatihan bantuan hidup dasar bagi orang awam terlatih, yang pesertanya berasal dari para Pegawai Pemdakab Natuna, TNI, Polri dan lembaga lain yang ada di Kabupaten Natuna.

Bambang Widiantoro juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Natuna, baik dari pimpinan Daerah, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Pemerintah Kecamatan Bunguran Barat, Lurah Sedanau, TNI, Polri dan semua pihak yang ikut mendukung dan memberikan fasilitas, demi terselenggaranya Baksos akbar tersebut.

Untuk mensukseskan kegiatan yang telah dimulai sejak bulan April lalu itu, FKUI menerjunkan sedikitnya 85 orang yang terdiri dari para dosen, staff, dokter spesialis jantung, dokter spesialis jantung yang masih dalam masa pendidikan, tim teknis laboratorium, ahli gizi, tim perawat, paramedis dan tenaga medis serta tim teknis lainnya.

Laporan : Erwin Prasetio