Babinsa Teluk Buton Bantu Mediasi Antara Nelayan Teluk Buton, Kelarik dan Sedanau

Tampak kedua kelompok nelayan saling berjabat tangan, tanda telah berhasilnya mediasi antar kedua belah pihak.
Tampak kedua kelompok nelayan saling berjabat tangan, tanda telah berhasilnya mediasi antar kedua belah pihak.

Natuna, LintasKepri.com – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Teluk Buton, Serka Indra Susilo, membantu mempertemukan warga masyarakat nelayan tradisional asal Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, dengan nelayan bagan apung asal Kelarik Kecamatan Bunguran Utara dan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat. Sabtu (04/05/2019) siang.

Pertemuan ini, dalam upaya mediasi, antar kelompok nelayan dari tiga daerah tersebut, yang sempat mengalami konflik perebutan wilayah pencarian ikan. Pasalnya, nelayan dari Kelarik dan Sedanau, yang bekerja untuk menangkap ikan teri atau bilis dengan menggunakan bagan apung, melakukan aktifitas penangkapan dekat dengan wilayah perairan di Desa Teluk Buton. Akibatnya, para nelayan tradisional yang menggunakan alat pancing, merasa terganggu, karena wilayah lautnya dijadikan lokasi untuk menangkap ikan teri oleh nelayan dari Desa lain.

“Kelompok nelayan tersebut akhirnya berhasil dipertemukan, dan membuat sejumlah kesepakatan,” terang Serka Indra Susilo, melalui rilis persnya.

Inti kesepakatan tersebut, kata Serka Indra Susilo, yaitu kelompok nelayan bagan apung dari Sedanau dan Kelarik, telah berjanji tidak akan menangkap ikan teri atau bilis dekat dengan pantai yang ada di Desa Teluk Buton.

“Para nelayan dari Sedanau dan Kelarik, berjanji akan menangkap ikan bilis jauh dari batas wilayah perairan Desa Teluk Buton. Agar nelayan Teluk Buton bisa dengan leluasa menangkap ikan diwilayah perairannya, dengan memggunakan alat pancing manual,” katanya.

Serka Indra Susilo foto bersama anggota kelompok nelayan.
Serka Indra Susilo foto bersama anggota kelompok nelayan.

Dijelaskannya, bahwa jumlah bagan apung milik kelompok nelayan asal Sedanau dan Kelarik yang beroperasi melakukan penangkapan ikan teri di dekat perairan Desa Teluk Buton, berjumlah sekitar 17 buah.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan dan kesepakatan ini, bisa menyelesaikan masalah perebutan wilayah lokasi penangkapan ikan antar kedua belah pihak tersebut. Karena kita tidak ingin ada konflik sosial yang berkepanjangan,” ungkap Serka Indra Susilo.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekdes Teluk Buton beserta staff, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta para anggota kelompok nelayan dari tiga Desa yang berbeda.

“Perwakilan kelompok nelayan yang hadir sekitar 25 orang,” pungkasnya.

Situasi saat berlangsungnya proses mediasi antar kelompok nelayan tersebut, dilaporkan berjalan dengan lancar dan aman.

Laporan : Erwin Prasetio