Babinsa Binjai Monitoring Karhutla Diwilayah Binaannya

Babinsa Binjai, Serda A. Tanjung saat memantau Karhutla diwilayah binaanya.

Babinsa Binjai, Serda A. Tanjung saat memantau Karhutla yang terjadi diwilayah binaanya.

Natuna, LintasKepri.com – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Binjai, Serda A. Tanjung, melaksanakan kegiatan Monitoring, atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada diwilayah binaannya. Pada Selasa (14/05/2019) siang.

Kebakaran tersebut terjadi di Daerah Tanjung Bayan, Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan (Kepri). Seperti diketahui, kebakaran tersebut sudah terjadi beberapa pekan sebelumnya.

Dalam melaksanakan Monitoring Karhutla tersebut, Serda A. Tanjung didampingi langsung oleh Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid.

Anggota TNI AD dari jajaran Koramil 03/Sedanau tersebut menjelaskan, bahwa api tersebut sebenarnya tidak terlalu besar. Namun karena yang terbakar merupakan lahan gambut, sehingga sulit untuk padam. Apalagi, lokasi titik api tidak bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran (Damkar).

Kades Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid juga tampak memonitoring Karhutla di desanya.

Kades Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid juga tampak memonitoring Karhutla yang terjadi di desanya.

“Memang apinya tidak besar, namun kalau dibiarkan, lama kelamaan bisa menjalar lebih luas lagi. Mau dipadamkan, tapi mobil Damkar tidak bisa masuk sampai ke titik api,” terang Serda A. Tanjung.

Kata Babinsa Binjai, sebenarnya api tersebut bersumber dari kebakaran lahan yang terjadi di sekitar sungai Penarik, Desa Cemaga, Kecamatan Bunguran Selatan, beberapa bulan lalu. Namun kemudian api tersebut merembet ke lahan gambut disekitar Sungai Merah yang ada di Desa Binjai.

Pihaknya mengaku sangat khawatir, jika api tersebut tidak kunjung bisa dipadamkan. Karena akan berpotensi untuk membakar hutan dan lahan yang semakin meluas.

“Apabila tidak terjadi hujan dalam waktu dekat ini, api dikhawatirkan bisa menjalar sampai ke Padang Hangus, Desa Binjai. Ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Salah satunya adalah kabut asap, yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kita berharap akan ada hujan secepatnya,” harap Serda A. Tanjung.

Serda A. Tanjung mengungkapkan, bahwa lokasi terjadinya lebakaran hutan dan lahan, berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat pemukiman warga di Desa Binjai. Dan 5 kilometer dari Jalan Raya yang ada di Desa Binjai.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top