Pemko Tpi

Awal Tahun Ekspor Karet ke Tiga Negara Capai Rp13 Miliar

Balai Karantina Pertanian Kota Tanjungpinang mencatat jika PT Pulau Bintan Djaya sejak awal tahun telah berhasil mengekspor karet lempengan ke tiga negara maju yaitu Amerika Serikat, Belanda dan Turki dengan nilai mencapai Rp13 miliar pada Jumat (8/1/2021) lalu.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Balai Karantina Pertanian Kota Tanjungpinang mencatat jika PT Pulau Bintan Djaya sejak awal tahun telah berhasil mengekspor karet lempengan ke tiga negara maju yaitu Amerika Serikat, Belanda dan Turki dengan nilai mencapai Rp13 miliar pada Jumat (8/1/2021) lalu.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kota Tanjungpinang, Raden Nurcahyo menyampaikan ekspor karet lempengan menuju Belanda dengan volume 226,8 ton nilai ekonomisnya Rp5 miliar, menuju Amerika volume 319,2 ton nilai ekonomisnya Rp7,1 miliar dan 40,3 ton menuju Turki dengan nilai Rp794,5 juta.

“Karet lempengan ini merupakan komoditas pertanian yang telah diolah setengah jadi yang dapat dijadikan bahan baku berbagai produk yang membutuhkan karet. Ban kendaraan adalah salah satu produk hasil pengolahan karet yang sudah sangat populer selain produk APD yang juga membutuhkan karet,” ujar Raden Nurcahyo, Sabtu (16/1/2021).

Sebelum lempengan karet tersebut dimuat ke dalam kontainer, Pejabat Karantina Pertanian Wilker Sri Bayintan Kijang melakukan pemeriksaan terhadap karet tersebut.

Balai Karantina Pertanian Kota Tanjungpinang mencatat jika PT Pulau Bintan Djaya sejak awal tahun telah berhasil mengekspor karet lempengan ke tiga negara maju yaitu Amerika Serikat, Belanda dan Turki dengan nilai mencapai Rp13 miliar pada Jumat (8/1/2021) lalu.

“Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan administrasi hingga pemeriksaan kesehatan, untuk memastikan karet yang dikirim sesuai yang dilaporkan dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan,” kata Raden.

Raden menambahkan jika Karantina Pertanian sebagai economic tools memastikan komoditas pertanian yang diekspor diterima dengan baik di negara tujuan dengan menjamin kesehatan sesuai ketentuan Sanitary and Phytosanitary (SPS) Measure.

“Selain ekspor komoditas perkebunan, Karantina Pertanian Tanjungpinang juga mensertifikasi ekspor babi potong menuju Singapura dengan volume 1.061 ekor, sehingga nilai ekonomis ekspor pada hari ini mencapai Rp15,9 miliar,” pungkasnya.

(san)