Pemko Tpi

Angka Kasus Baru Covid-19 Melandai, Pemko Tutup Program Nasi Kotak Gratis

ADVETORIAL

Kepala Dinsos Achmad Nur Fatah bersama kru Program Nasi Kotak Gratis Warga Isoman Covid-19 Tanjungpinang saat Acara Penutupan Program Nasi Kotak Gratis. (Foto: Istimewa/Dinsos Tanjungpinang).

LINTASKEPRI.COM, TANJUNGPINANG  – Program Nasi Kotak Gratis bagi Warga Isolasi Mandiri (Isoman) Terdampak Covid-19 yang diselenggarakan oleh Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang , secara resmi ditutup pada  Selasa (7/9/2021).

Penutupan program tersebut digelar di Kantor BPBD Kota Tanjungpinang, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fatah, BPBD, Tagana, kelurahan dan para pelaku UMKM di lingkup Kota Tanjungpinang.

“Sebagai ucapan terima kasih kepada semua pihak yang bergabung, maka tadi juga menggelar sedikit acara seremonial di Kantor BPBD sekaligus penyerahan terakhir sebanyak 42 kotak ke warga isoman,” kata Achmad Nur Fatah, dalam sambutanya saat penutupan acara.

Menurutnya, penutupan program ini, berdasarkan evaluasi selama satu bulan, dan arahan kepala daerah. Sebab, jumlah warga isoman sudah mengalami penurunan.

”Selain jumlah isoman menurun, penutupan ini, juga mempertimbangkan usaha produksi dari pelaku UMKM di bidang katering. Kasian juga mereka kalau produksinya sedikit, sedangkan operasionalnya tinggi. Tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia,” terangnya.

Ia pun mengharapkan ke depannya, agar wilayah Kota Tanjungpinang bisa kembali ke zona kuning atau hijau, dan Covid-19 pun bisa mereda.

“Mudah-mudahan bisa turun ke level terendah dan warga bisa beraktivitas secara normal kembali,” tukasnya.

Warga Isoman Apresiasi Program Nasi Kotak Gratis

Terpisah sejumlah warga yang melakukan isoman akibat terdampak Covid-19 di Kota Tanjungpinang, mengaku terbantu dengan program besutan Pemko Tanjungpinang melalui dinsos tersebut. Salah satunya dikemukanan Andre (43), Warga Kampung Tombo Bata, Kelurahan Batu Sembilan.

Ose, demikian dia biasa disapa menjelaskan, mengaku panik setelah dirinya dinyatakan postif Covid-19 oleh pihak medis. ”Yang terfikir oleh saya bagaimana saya  bisa bertahan hidup, uang pas-pasan, harus mengurung diri,  orang rumah (isterinya, red) sedang pulang kampung,”’ ujarnya lirih.

Setelah mendapatkan informasi ada program nasi kotak gratis yang diantar langsung ke lokasi ismoan atau rumah warga, ia pun menghubungi kontak person panitia, dan besoknya nasi kotak pun datang tepat waktu.

Alhamdulillah, selama saya isoman saya mendapatkan jatah makan, dan semua yang saya terima menunya layak,” ujar Ose.

Senada dikemukakan Jumhur (38) Warga Jalan Pramuka, Bukit Bestari, Tanjungpinang. Duda yang mati-matian ingin segera cepat dapat bini baru ini mengaku  terbantu dengan program nasi kotak gratis tersebut.

Tak luput, Jumhur juga sangat mengapresiasi program ini. Bahkan kalau bisa, imbuhnya, terus dipertahankan. Sebab, banyak orang yang mungkin tidak bisa membeli kebutuhan makan pagi atau sore, lantaran tidak ada biaya.

”Jadi, bukan saat Covid saja bagi-bagi nasi kota gratis pada rakyat ini, saat tidak ada Covid juga,  pemko tetap menggelar program serupa. Istilahnya, bersedekah teruslah kan anggarannya nya dari APBD yang dipakai, bukan uang pribadi. Bagi-bagi rezekilah,” ujarnya setengah berseloroh.

Laporan: Redaksi