Anggota Kodim 0318/Natuna Bantu Damkar Padamkan Kebakaran Hutan di Mahligai

Tampak Anggota Kodim 0318/Natuna, tengah sibuk membantu Damkar dan warga memadamkan api.

Tampak Anggota Kodim 0318/Natuna, tengah sibuk membantu Damkar dan warga memadamkan api.

Natuna, LintasKepri.com – Puluhan Anggota TNI AD, dari jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0318/Natuna, turut serta dalam memadamkan api, akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan milik warga, yang berada di Dusun Mahligai, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Kebakaran hebat tersebut terjadi disekitar Jalan Padang Tihang, Dusun 02 Mahligai, pada Kamis (21/03/2019) siang.

Atas musibah ini, sedikitnya sekitar kurang lebih 5 hektare lahan dan hutan didaerah tersebut, ludes terbakar.

Anggota Pers Kodim dan Babinsa saat menarik selang mobil Damkar, untuk menuju titik kebakaran.

Anggota Pers Kodim dan Babinsa saat menarik selang mobil Damkar, untuk menuju titik kebakaran.

Kegiatan ini dilakukan Anggota Pers Kodim 0318/Natuna, untuk membantu pihak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Natuna dan warga, dalam upaya memadamkan kobaran api.

“Kami bersama petugas Damkar dan warga bahu-membahu untuk memadamkan api yang semakin membesar,” ungkap salah seorang Anggota Kodim 0318/Natuna.

Sedikitnya sekitar 10 personel Pers Kodim 0318/Natuna diterjunkan, untuk membantu menjinakkan si jago merah yang terus mengamuk.

Api baru berhasil dipadamkan, sekitar pukul 18:00 Wib, oleh Team Fire Fighter bersama para Babinsa, Pers Kodim dan warga Mahligai.

Tampak salah seorang Anggota Babinsa sedang bersiaga di lokasi terjadinya kebakaran hutan.

Tampak salah seorang Anggota Babinsa sedang bersiaga di lokasi terjadinya kebakaran hutan.

Namun, sebagian api belum bisa dipadamkan, lantaran lokasinya tidak dapat dijangkau oleh selang mobil pemadam kebakaran.

Meski demikian, bahwa dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materil.

Para Anggota Kodim 0318/Natuna menghimbau, agar warga tidak membakar lahan selama musim kemarau berlangsung seperti saat ini. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kebakaran lahan dan hutan yang semakin meluas.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top