7.184 KK di Karimun Kepri Terima BST dari Kemensos RI, Ini Pesan Bupatinya !!

Proses penyaluran BST di Kabupaten Karimun, Kepri (foto dok. haluankepri.com)

Karimun, LintasKepri.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengusulkan sebanyak 7.184 Kepala Keluarga (KK) yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia sebanyak 4.212 KK, Bank BRI 2.008 KK dan Bank BNI 551 KK.

“Kita telah menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST, red) yang merupakan program dari Kementerian Sosial kepada 7.184 kepala keluarga, yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun. Ada tiga institusi yang menyalurkan Bantuan Sosial Tunai tersebut,” ungkap Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat penyerahan BST di Kantor Pos Tanjungbalai Karimun, belum lama ini, seperti dilansir dari haluankepri.com.

Dikatakannya, untuk institusi BRI dan BNI penyalurannya merupakan non tunai karena dananya masuk ke bank. Sementara yang dari Kantor Pos dibayarkan secara tunai dengan nominal sebesar Rp 600 ribu per KK.

“Saya mewakili masyarakat dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, yang telah memprogramkan Bantuan Sosial Tunai ini. Sehingga membantu masyarakat kita yang tergolong pra sejahtera. Kita juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pos, BRI dan BNI sebagai mitra yang menyalurkan kepada masyarakat,” jelas Aunur Rafiq.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Karimun, yang merupakan bagian dari Pemerintah Daerah yang telah bekerja dengan baik, penuh tantangan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat dengan jumlah sekitar 20.000 KK yang tergolong miskin, sangat miskin dan hampir miskin.

“Bantuan kepada masyarakat tersebut tidak hanya dalam bentuk BST tapi juga ada bantuan dari kabupaten dan Provinsi serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa,” terangnya.

Aunur Rafiq mengatakan, Bantuan Sosial Tunai tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga mempengaruhi kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat di Kabupaten Karimun.

“Bantuan ini hanya diberikan selama 3 bulan atau pada saat terjadinya pandemi covid-19 ini terjadi. Oleh karena itu, manfaatkanlah bantuan ini dengan baik, untuk kepentingan-kepentingan tertentu dalam menerima bantuan ini tentu akan terjadi penumpukan dan berkumpulnya massa yang begitu besar. Tetaplah jaga jarak dan jaga kesehatan serta patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.