26 KIA Vietnam Kembali Ditenggelamkan di Laut Natuna

img-20181030-wa0017_1

Natuna, LintasKepri.com – Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Kejari Natuna, kembali menenggelamkan Kapal Illegal Asing (KIA) asal Vietnam. Selasa (30/10/2018) siang.

Penenggelaman 26 KIA tersebut, dilakukan di perairan Desa Sabang Mawang (Balai), Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna.

Pemusnahan kapal nelayan asing itu, disaksikan langsung oleh Kajati Kepri, Asri Agung Putra, SH.MH, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Sekda Natuna Wan Siswandi, Kajari Natuna Juli Isnur Boy, SH.MH., Kajari Tanjungpinang, Kajari Bintan, Kajari Lingga, Kepala PSDKP, Kadis Perikanan Natuna Zakimin, Kadishub Natuna Iskandar Dj, Kasat Polairud Iptu Zulkarnaen serta sejumlah pejabat penting Kejati Kepri dan Kejari Natuna.

img-20181030-wa0015_1

Untuk menuju ke lokasi penenggelaman, Kajati Kepri beserta rombongan menumpangi Kapal Ferry Indra Perkasa 159, milik Pemda Natuna.

Kata Asri Agung Putra, penenggelaman kapal nelayan Vietnam ini, sudah melalui putusan sidang dari Kejaksaan Negeri Natuna.

Asri menyebutkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penegakan hukum penanganan tindak pidana perikanan, di wilayah perairan Indonesia.

img-20181030-wa0014_1

“Hari ini yang kita tenggelamkan sebanyak 12 kapal, nanti sisanya menyusul,” ujar Asri, saat menggelar konfernsi pers.

Hal itu, lanjut Asri, merupakan putusan yang mempunyai hukum tetap. Dimana dalam putusan tersebut, barang bukti berupa kapal harus dimusnahkan.

“Ini adalah bagian dari penanganan eksekusi, yang mana wewenangnya ada di Kejaksaan, sesuai pasal 270,” katanya.

img-20181030-wa0019_1

Menurut Asri, penenggelaman puluhan kapal illegal fishing itu, terbilang ramah lingkungan. Karena tidak lagi menggunakan bahan peledak maupun bahan kimia seperti tahun-tahun sebelumnya, yang dapat merusak ekosistem laut.

“Jadi ini aman, kapal tersebut dilubangi terlebih dahulu, lalu di isi batu sebagai pemberat dan di isi air laut. Jadi kapal itu tidak timbul lagi. Metode ini kami rasa sangat efisien dan menghemat biaya,” terang Asri.

Hingga Oktober 2018, pihak Kejati Kepri mengaku telah mengeksekusi sedikitnya 59 unit kapal illegal fishing asing asal Vietnam.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top