'

180 Orang Ikut Pelatihan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Sebanyak 180 orang mengikuti pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran tahun 2019 yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang di salah satu hotel setempat, Senin (16/9).

Sebanyak 180 orang mengikuti pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran tahun 2019 yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang di salah satu hotel setempat, Senin (16/9).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sebanyak 180 orang mengikuti pelatihan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bahaya kebakaran tahun 2019 yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang di salah satu hotel setempat, Senin (16/9).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang Hantoni, menuturkan, peserta pelatihan yang berjumlah 180 orang ini adalah perwakilan tiap-tiap kelurahan yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Satu kelurahan diwakili oleh 10 orang warganya dan akan mendapatkan pelatihan Bantuan Relawan Kebakaran (Balakar) selama lima hari dimulai pada hari ini,” ucapnya.

Hantoni menjelaskan, para peserta ini akan terus diberikan bimbingan setelah pelatihan ini selesai dilaksanakan.

“InsyaAllah bimbingan akan kita berikan secara rutin kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dan juga masyarakat Kota Tanjungpinang. Jadi tidak sebatas setelah pelatihan habis begitu saja,” terangnya.

Dia berharap seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini hingga akhir, dapat memberikan edukasi dari ilmu yang diperoleh.

Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang Hantoni.

Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Kota Tanjungpinang Hantoni.

“Ilmu yang didapat agar disampaikan juga kepada warga sekitar,” harapnya.

Ditempat yang sama, Walikota Tanjungpinang Syahrul, menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai bermanfaat bagi masyarakat.

“Pelatihan ini sangat baik, dimana memberikan edukasi dan pengetahuan kepada relawan-relawan yang berasal dari perwakilan masyarakat di masing-masing kelurahan,” ungkapnya.

Pelatihan ini, sambung Syahrul, dibuka karena maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Indonesia.

“Ini adalah program yang dilaksanakan tiap tahunnya oleh dinas atau instansi terkait,” katanya.

Beberapa narasumber terdiri dari pemerintah, kepolisian, Pemprov Kepri dan pihak-pihak terkait sesuai bidangnya hadir di acara itu.

Pelatihan ini juga mengedepankan materi Pertolongan Pertama Kecelakaan (P3K) pada saat kebakaran.

(cho)

Baca juga :

Top