''

Warga Minta Pemerintah Serius Tangani Masalah Banjir

Beginilah kondisi Jalan Sri Andana, Perumahan Andana Residen kilometer 8 atas saat kebanjiran.

Beginilah kondisi Jalan Sri Andana, Perumahan Andana Residen kilometer 8 atas saat kebanjiran.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Hujan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya hujan adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh manusia saat kemarau panjang melanda.

Namun, hal itu bisa menjadi sebuah ketakutan tersendiri bahkan menjadi “momok” bagi masyarakat disaat hujan menjadi sumber musibah akibat ulah tangan oknum manusia yang tak bertanggungjawab.

Seperti yang terjadi pada hari ini, Senin (14/11), hujan deras kembali mengguyur Tanjungpinang Ibukota Provinsi Kepulauan Riau dari pagi hingga kini.

Ratusan rumah di Jalan Sri Andana, Perumahan Andana Residen kilometer 8 atas kebanjiran. Warga pun sempat dibuat kesal. Karena upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan hingga mengatasi banjir dirasa belum optimal.

Icai warga setempat saat ditemui LintasKeri.com mengatakan, setiap kali hujan deras yang turun, perumahan Andana Residen selalu kebanjiran. Menurut dia, kali ini adalah yang paling parah.

“Kita minta pemerintah serius menangani masalah banjir ini, sebelum ada korban jiwa akibat banjir,” tegas Icai mengingatkan Pemerintah Kota maupun Provinsi Kepulauan Riau, Senin (14/11).

warga dilokasi terlihat membersihkan rumahnya dari sisa genangan air berlumpur.

Warga dilokasi terlihat membersihkan rumahnya dari sisa genangan air berlumpur.

Air tergenang yang melanda di perumahan itu mencapai betis orang dewasa. Warga juga takut hal ini terjadi di malam hari saat warga tertidur lelap.

“Ketinggian air setinggi itu kalau saat malam hari warga sedang tidur apa yang terjadi. Kami takut hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi,” tuturnya.

Sejumlah barang elektronik miliknya seperti TV, Kulkas dan lainnya ludes terendam air.

Sejumlah warga dilokasi terlihat membersihkan rumahnya dari sisa genangan air berlumpur. Bahkan jalan itu seperti sungai berhiaskan lumpur coklat. (Afriadi/Iskandar)

Baca juga :

Top