'

WALHI Riau Diperintahkan Turun ke Bintan

-Lakukan Investigasi Penimbunan Hutan Mangrove di Tokojo

Penimbunan hutan mangrove di Tojoko, Bintan

Penimbunan hutan mangrove di Tojoko, Bintan

Bintan, LintasKepri.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) cabang Provinsi Riau diperintahkan untuk segera turun ke Kabupaten Bintan guna melakukan investigasi terkait penimbunan hutan mangrove yang terjadi di Tokojo, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

“Saya minta WALHI Riau untuk secepatnya melakukan investigasi ke Bintan,” kata Ketua Dewan Nasional WALHI, Dadang Sudradja kepada LintasKepri.com, Selasa (22/3).

Dadang memastikan persoalan itu juga akan ia dudukkan bersama WALHI yang ada di Provinsi Riau. Tujuannya, dalam rangka membahas langkah-langkah hukum terhadap tindakan kejahatan melawan Undang-Undang (UU) tersebut. Termasuk sejumlah sumber terpercaya di Kabupeten Bintan juga bakal dilibatkan.

“Saya akan kordinasi terlebih dahulu bersama WALHI Riau,” sambungnya lagi.

Menanggapi permintaan itu, Direktur WALHI Provinsi Riau, Riko Kurniawan berjanji siap turun kelapangan mengecek langsung aktifitas penimbunan hutam mangrove tersebut. Ia menegaskan, bahwa tidak ada satupun aturan yang memperbolehkan hutan mangrove ditimbun dan dipergunakan untuk apapun.

“Tidak ada satupun aturan hukum yang membenarkan menimbun hutan Mangrove dalam aktivitas apapun itu,” bebernya saat dihubungi media ini.

“Kami akan melakukan investigasi selengkapnya dalam waktu dekat ini dan akan menelusuri izin dari pemerintah daerah itu. Selanjutnya dalam bentuk pelaporan,” sambung Riko.

Menanggapi izin penimbunan lahan dan pembangunan perumahan oleh PT Sinar Bodhi Cipta (SBC) di Tokojo, Kapolres Bintan, AKBP Cornelius Wisnu Adji Pamungkas mengatakan, sampai saat ini belum ada pelaporan kepadanya mengenai permasalahan timbunan hutan mangrove tersebut.

“Sejauh ini jika itu melanggar aturan yang sudah di tetapkan, kita akan tindak tegas,” ungkap Wisnu saat dihubunugi.

Untuk diketahui, Bakau dianggap sebagai fishing ground sekaligus pelindung pantai dari abrasi. Bakau berperan pula dalam menyuburkan perairan yang menjadi area penangkapan ikan bagi nelayan.(Aji Anugaraha)

Baca juga :

Top