Wabup Ngesti : Jangan Sampai Neisya Diobati dengan Setengah Hati

Wabup Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA, bersama tim aksi penggalangan Dana menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga Daeng Neisya Novriliana.

Wabup Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA, bersama tim aksi penggalangan Dana menyerahkan bantuan secara simbolis kepada keluarga Daeng Neisya Novriliana.

Natuna, LintasKepri.com – Para tim aksi penggalangan dana untuk pengobatan Daeng Neisya Novriliana (2), anak pertama dari pasangan muda Wawan dan Mesi, yang mengidap penyakit Hidrocefalus, menyerahkan hasil sumbangan dari masyarakat Natuna kepada pihak keluarga Neisya.

Penyerahan bantuan secara simbolis ini, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA, dikediaman keluarga Neisya, di Jalan Air Lebay, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur. Ahad (31/12/2017) pagi.

Ngesti berharap, Neisya dapat diobati hingga tuntas dan sembuh layaknya anak normal seusianya.

“Jangan sampai Neisya diobati dengan setengah hati, harus sampai tuntas dan sembuh,” ujar Ngesti, seraya mengelus kepala Neisya yang semakin membesar.

Sebab kata Ngesti, penyakit Hidrocefalus biasanya membutuhkan pengobatan lebih dari sekali.

“Pengalaman anak-anak yang terkena Hidrocefalus ini, tidak hanya dilakukan operasi sekali atau dua kali, tapi berulang-ulang. Kalau tidak segera dilakukan pengobatan, kita khawatir nanti kepalanya makin membesar, sehingga susah menyangga beban. Kan kasiahan ya sayang (Neisya, red),” ungkap Wabup.

Mantan Anggota DPRD Natuna tersebut, mengaku terlambat mengetahui kondisi fisik Neisya, yang mengalami pembengkakan dibagian kepalanya. Padahal kata dia, seharusnya Neisya sudah bisa dilakukan operasi saat usiannya masih sekitar 4 bulan.

“Mungkin karena terlambat melakukan komunikasi kepada pihak terkait. Tapi ya sudah, tidak ada yang bisa kita salahkan. Sekarang yang terpenting Neisya bisa segera diobati dan segera sembuh dari penyakitnya. Paling tidak bisa mengurangi beban keluarga,” harap Ngesti.

Sementara itu Ketua Forum Kita Peduli Sesama (FKPS), Sugianto mengatakan, bahwa dana yang terkumpul untuk pengobatan Neisya, merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan beberapa komunitas dan lembaga kemanusiaan lain yang ada di Natuna.

Diantaranya FKPS, Pers Natuna Solidarity, Komuna, PMI, FBN, Pramuka Kwaran Bunguran Timur, PMR SMAN 1 dan PMR SMAN 2 Bunguran Timur dan para donatur lainnya.

“Alhamdulilah, dana yang berhasil terkumpul dari hasil penggalangan dana dari rekan-rekan mencapai Rp. 45.744.000,” ujar pria yang akrab disapa Yanto, usai menyerahkan bantuan secara simbolis.

Yanto mengatakan, dana tersebut nantinya tidak diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga Neisya, namun disimpan terlebih dahulu melalui rekening bersama FKPS.

“Agar dana tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan untuk biaya pengobatan Neisya. Nanti kalau mereka membutuhkan untuk keperluan selama pengobatan diluar Kota, baru kita transfer,” jelasnya.

Yanto menambahakan, selama proses pengobatan berlangsung, pihaknya bersama tim dari Dinas Kesehatan Natuna, juga akan turut mendampingi keluarga bocah malang tersebut, untuk berangkat keluar Kota.

“Nanti ada perwakilan dari kami dan Dinas Kesehatan, untuk mendampingi dan membantu mengurus administrasi keluarga Neisya disana,” kata Yanto.

Sementara dari pihak keluarga Neisya, yang diwakili oleh Kakeknya, Daeng Murdipin, mengaku sangat berterimakasih atas bantuan dan kunjungan yang dilakukan oleh Wabup Natuna beserta tim aksi penggalangan dana untuk pengobatan cucu pertamanya itu.

“Terimakasih banyak atas segala bantuan yang diberikan oleh saudara-saudara, semoga amal baik saudara mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Murdipin.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top