''

Utusan Pemprov Kepri Diusir DPRD, Ini Penyebabnya

“Jangan kalian buat seperti Karimun ya di Pemprov Kepri ini,” kata anggota DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov usai menanyakan kapasitas dan kelengkapan dokumen rapat.

Kantor DPRD Provinsi Kepri di Dompak.

Kantor DPRD ProvInsi Kepri di Dompak.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri berlangsung panas. Akibatnya, wakil yang diutus oleh Pemprov Kepri diusir oleh anggota dewan.

Penyebabnya karena utusan Pemprov Kepri yang diwakilkan oleh Asisten I Gubernur Kepri Raja Ariza dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri Firdaus tak membawa dokumen terkait rapat evaluasi bersama dengan DPRD Kepri membahas pelantikan pejabat eselon II, III dan IV yang belum lama ini dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

“Jangan kalian buat seperti Karimun ya di Pemprov Kepri ini,” kata anggota DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov usai menanyakan kapasitas dan kelengkapan dokumen rapat.

Rapat Dengar Pendapat yang telah diagendakan Pimpinan DPRD Kepri ini Senin (14/11) sedianya mengundang Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Sekretaris Daerah Kepri Arif Fadillah.

Meski sempat memanas, rapat tersebut akhirnya dilanjutkan dengan tertutup.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan, pimpinan dan anggota DPRD Kepri berharap mendengar langsung penjelasan dari Sekda Kepri Arif Fadillah.

“Sekda kita undang dalam kapasitasnya sebagai Baperjakatnya. Maka dari itu, kami DPRD sepakat tidak bisa menerima kehadiran teman-teman Pemprov di rapat ini,” tegas Jumaga sembari meminta kepada para utusan tersebut meninggalkan rapat. (Iskandar)

Baca juga :

Top