'

Usai Terjun Bebas Ke Laut, Kadishub Demam

Wan Samsi

Kadishubkominfo Tanjungpinang, Wan Samsi.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Usai terjun bebas ke laut sebagai percobaan dalam menggunakan Life Jacket (rompi pelampung) atas permintaan Wakapolda Kepri dan masyarakat di Pulau Penyengat, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi jatuh sakit alias demam karena merasakan sejuknya air laut.

Baca: Kadishub dan Kasatpol PP Tanjungpinang Terjun Ke Laut

Hal tersebut diakui Wan Samsi ketika memberikan data pemberian Life Jacket kepada sejumlah penambang kapal kayu bermesin (pompong) rute Tanjungpinang-Penyengat melalui selulernya, Sabtu (27/8).

“Demam karena usai cebur ke laut basah kuyup, namun hikmahnya untuk kita semua,” kata Kepala Dishubkominfo berperawakan brewok berkumis tebal ini melalui WhatsApp.

Wan Samsi menjelaskan, penyerahan bantuan Life Jacket untuk kelompok penambang pompong/boat pancung di tiga kelurahan yakni Penyengat, Kampung Bugis dan Senggarang.

“Bantuan yang diberikan untuk kelurahan Pulau Penyengat, Senggarang dan Kampung Bugis,” tulis Wan Samsi melalui WhatsApp nya.

Irianto dan Wan Samsi saat melakukan tes kelayakan Life Jacket di Dermaga Pulau Penyengat.

Irianto dan Wan Samsi saat melakukan tes kelayakan Life Jacket di Dermaga Pulau Penyengat.

Batuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan diperairan Kepulauan Riau bagi pengguna jasa pompong dan penambang kapal pompong di Kota Tanjungpinang.

“Jumlah penambang sebanyak 280 orang, jumlah Life Jacket yang dibagikan tahap I berjumlah 500 buah dengan rincian pertama Pulau Penyengat sebanyak 230, Pelantar I 40, Pelantar II depan klenteng 40, Pelantar II depan laut jaya 40, serta untuk penambang Senggarang 70, termasuk penambang Kampung Bugis sebanyak 80 buah,” papar Wan Samsi.

Bantuan tersebut merupakan kerjasama antara Pemko Tanjungpinang dengan Bank Indonesia (BI) Batam perwakilan Kepri.

“Tahap berikut akan menyusul 700 buah, sedang menunggu pesanan dari Batam. Bantuan diserahkan langsung ke pengelola, tidak lagi ke masing-masing penambang agar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya untuk keselamatan pelayaran. Bagi masyarakat yang tidak bersedia memakai, maka dengan tegas tidak diizinkan naik pompong. Dilapangan diawasi oleh petugas Dishub dan KSOP serta KKP. Untuk malam hari kepada penambang untuk tetap menggunakan lampu navigasi atau cahaya pompong,” terangnya.

Wan Samsi menuturkan pihaknya akan memberlakukan pola ticketing.”Kita akan segera memberlakukan dengan mengandeng pihak Jasaraharja dan Manifest, sekarang telah diberlakukan,” ungkapnya.

Wan Samsi mengimbau kepada seluruh penambang pompong tidak berlayar bila cuaca kurang mengizinkan.

“Jika cuaca kurang bersahabat, para tekong tidak memaksakan untuk berangkat. Petugas akan mengawasi dengan anjuran radio pantai. Perumusan teknis akan segera dimusyawarahkan bersama antara pengelola bersama Dishub, KSOP dan KKP agar para tekong mematuhi aturan yang berlaku,” tegasnya.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Kombes Pol Yan Fitri, Wadan Lantamal IV. Kol Laut Dwika, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro serta FKPD kota termasuk Pimpinan Bank Indonesia perwakilan Kepri.

Selain itu juga hadir sejumlah SKPD Pemko Tanjungpinang, Camat Tanjungpinang Kota.
Lurah secamat Tanjungpinang Kota, SAR, KSOP, Asosiasi Penambang dan Para Penambang Pulau Penyengat, Kampung Bugis dan Senggarang. (aliasar)

Baca juga :

Top