'

Usai Meresmikan Taman Batu 10, Walikota Minta Satpol PP Jaga Taman 24 Jam

– Anggaran yang Dihabiskan Sekitar Rp4,7 Milyar

Taman Batu 10

Taman Batu 10.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meresmikan fasilitas umum (fasum) yang diperuntukkan bagi masyarakat umum yakni taman dengan nama Taman Batu 10, Sabtu (22/10/2016).

Taman tersebut terletak di Jalan DI Panjaitan Km 10 komplek Bintan Centre tak jauh dari perkantoran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Tanjungpinang, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul sekaligus pemotongan pita.

Kata Lis untuk petugas penjagaan sementara sarana taman publik ini akan melibatkan petugas Satpol PP. Lis menginstruksikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang agar menjaga taman itu 24 jam.

“Kita akan melibatkan petugas Satpol PP untuk menjaga taman ini 24 jam,” tegasnya.

Taman yang dapat menjadi alternatif bagi warga sebagai tempat rekreasi keluarga itu dilengkapi arena bermain anak dan berolahraga. Taman ini nantinya juga akan dilengkapi fasilitas permainan anak-anak seperti skateboard. Dapat juga dijadikan tempat bersantai maupun melepas lelah setelah seharian bekerja.

Menurut Lis Kota Tanjungpinang masih banyak membutuhkan ruang terbuka hijau. Diketahui masyarakat di kota ini semakin hari bertambah padat.

Penandatanganan Prasasti oleh Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul.

Penandatanganan Prasasti oleh Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul.

“Alhamdulillah pada hari ini Taman Batu 10 bisa kita pergunakan untuk masyarakat umum bersantai bersama keluarga,” ungkapnya.

Kata Lis, di Tanjungpinang ada beberapa titik yang perlu di bangun taman penghijauan. Selagi dirinya masih menjabat bersama Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, akan terus membuka ruang terbuka hijau untuk anak-anak berkumpul bersama orang tuanya.

“Semasa kepemimpinan saya bersama Bapak Syahrul akan terus membuka ruang terbuka hijau untuk anak-anak berkumpul dengan orang tuanya,” terangnya.

Lis membeberkan tahun depan ada bantuan dari pusat untuk pembangunan taman dengan nama Taman Revolusi Mental.

“Alhamdulilah tahun depan kita ada mendapatkan bantuan dari pusat untuk pembangunan taman Revolusi Mental di setiap kecamatan,” terangnya.

Lis menerangkan untuk biaya pemeliharaan taman tidak akan membebani dana APBD.

“Akan kita sondingkan dengan BUMD Kota Tanjungpinang. Supaya nanti hasilnya bisa untuk biaya pemeliharaan taman,” tutur Lis.

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul saat melihat-lihat Taman Batu 10.

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah didampingi Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul saat melihat-lihat Taman Batu 10.

Pembangunan taman ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mewujudkan kota yang hijau melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bersinergi dengan Bappeda Kota Tanjungpinang.

Dikatakan Lis, program P2KH sudah dua kali direalisasikan di Tanjungpinang. Pertama tahun 2012 yakni pembuatan Taman Buah Senggarang dan kedua tahun 2015 yakni Taman Batu 10 ini.

Kedepan pemko akan menganggarkan untuk merevitalisasi taman budaya sehingga setiap wilayah di Kota Tanjungpinang memiliki ruang terbuka hijau. Lis berharap taman-taman kota yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota sebagai sarana publik hendaknya dijaga dan dirawat oleh masyarakat.

“Tanamkan dalam diri sebagai rasa memiliki sehingga segala fasilitas yang berada di taman kota terawat dan terjaga dengan baik,” pinta Lis.

Akhir sambutannya Lis mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan baik itu dirumah, lingkungan maupun ruang terbuka hijau.

Sebelumnya, Satker Penataan Pembangunan dan Lingkungan Kepulauan Riau (Kepri) Iswanto menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kota (pemko) Tanjungpinang yang telah mengembangkan kota hijau melalui pembangunan taman-taman kota yang akan memberikan dampak terhadap terjaganya fungsi ekologis, sosial, dan fungsi estetika yang masing-masing saling melengkapi.

“Ruang terbuka hijau menjadi salah satu elemen penting menuju kota hijau sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat di kota ini,” katanya.

Iswanto yang juga selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengatakan bahwa proyek pembuatan taman ini memakan biaya hingga Rp4,7 Milyar.

“Secara kesuluran taman ini luasnya 5000 meter, nilai proyeknya sekitar Rp4,7 Milyar,” ucapnya. (Iskandar)

Baca juga :

Top