''

Tunggakan Iuran Jamkesda Tanjungpinang Masih Proses Verifikasi

Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang Gunardi Chandra.


Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang Gunardi Chandra.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tanjungpinang mengklarifikasi terkait pemberitaan Pemko Tanjungpinang berhutang iuran Jamkesda kepada BPJS Kesehatan selama 2 bulan dengan nilai sekitar Rp700 juta.

Baca: Pemko Tanjungpinang Berhutang Iuran Jamkesda

“Sehubungan dengan masih diperlukannya proses verifikasi jumlah peserta dan tagihan oleh BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang sehingga terjadi keterlambatan pembayaran iuran Jamkesda Kota Tanjungpinang,” kata Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Tanjungpinang Gunardi Chandra, Jumat (21/10).

Kata dia saat ini BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang sedang melakukan verifikasi data peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kota Tanjungpinang. Diharapkan dalam waktu dekat selesai.

Apabila proses verifikasi data telah rampung, maka BPJS Kesehatan akan membuat surat tagihan untuk Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.

“Sampai bulan Oktober 2016 jumlah peserta Jamkesda Kota Tanjungpinang mencapai 16.669 jiwa mengalami kenaikan sebesar 13% dari jumlah peserta terdaftar bulan Oktober 2015,” jelas Gunardi.

Artinya meskipun badai defisit anggaran melanda hampir semua kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia, namun Pemko Tanjungpinang tetap berupaya meningkatkan jumlah peserta Jamkesda yang didaftarkan ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang di selenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Imbas dari defisit keuangan menyebabkan Pemerintah Kota Tanjungpinang menunggak pembayaran iuran Jamkesda,” tutup Gunardi. (Iskandar)

Baca juga :

Top