'

Tanjungpinang Dapat Penghargaan TTG

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo dalam acara Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Posyantek Berprestasi Nasional yang berlangsung di halaman Islamic Centre Kota Mataram NTB, Rabu (23/11).

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo dalam acara Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Posyantek Berprestasi Nasional yang berlangsung di halaman Islamic Centre Kota Mataram NTB, Rabu (23/11).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Untuk kesekian kalinya ditahun 2016 ini, Kota Tanjungpinang mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat nasional yakni juara kedua atas keberhasilan menerapkan teknologi tepat guna (TTG).

Untuk itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Menteri Desa Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo dalam acara Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Posyantek Berprestasi Nasional yang berlangsung di halaman Islamic Centre Kota Mataram NTB, Rabu (23/11).

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan kepada gubernur, walikota dan bupati yang berprestasi dalam membina dan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna, dan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mendapatkan penghargaan terbaik kedua diantara kepala daerah se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Eko mengungkapkan bahwa dibalik banyaknya protes dan keluhan dari masyarakat, ekonomi Indonesia sudah mulai diperhitungkan dunia.

“Jangan sampai malah terpecah belah, karena dengan adanya perpecahan berarti mundur 100 tahun untuk menyatukan kembali,” ujarnya.

Indonesia menjadi negara pertama di dunia dimana desa diberikan kuasa penuh untuk mengurus anggaran. Selain itu juga menjadi model dan sedang menjadi percontohan negara lain di dunia tentang pengelolaan anggaran hingga tingkat desa.

Menteri Eko sangat berharap penggunaan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Karena seperti diketahui bahwa petani Indonesia hanya bisa panen 1,4 kali per tahun. Padahal apabila ada air dan teknologi yang tepat, maka panen per tahun bisa ditingkatkan menjadi 3-4 kali.

“Untuk itu Presiden RI berpesan meningkatkan anggaran untuk desa dari Rp46,78 triliun menjadi Rp60 triliun, dan yang Rp20 triliun untuk membangun embung desa penampungan air dan irigasi, katanya.

Dengan diadakannya lomba inovasi teknologi tepat guna ini, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas berbagai macam sektor ekonomi di pedesaan, seperti pertanian, pariwisata, dan sektor lainnya.

Usai menerima pengharagaan, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengucapkan rasa syukur atas diraihnya apresiasi yang diberikan kepadanya.

“Syukur Alhamdulillah, apa yang telah dilakukan mendapatkan apresiasi, saya senang dan bangga khususnya kepada Pak Nofirman, dari Kelurahan Melayu Kota Piring atas kemampuannya menciptakan alat pengupas kulit kacang yang merupakan inovasi luar biasa sehingga mendapatkan juara 2 se-Indonesia,” terang Lis.

Kata Lis pemerintah akan terus mendukung setiap masyarakat yang dapat menciptakan karya-karya inovatif. Karya-karya tersebut tidak saja membanggakan tetapi dapat mengharumkan nama daerah Kota Tanjungpinang.

Saat menerima penghargaan itu, walikota didampingi Kepala Kesbangpol Penmas Wan Kamar, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Irwan, Kasubag Protokol dan Hubungan Antar Lembaga, Bowo. (hum/red)

Baca juga :

Top