'

Surya Sukses Bersama Dikritik Konsumen

Inilah Kantor surya Sukses Bersama yang berada di Kilometer 5 bawah Kota Tanjungpinang.

Inilah Kantor Surya Sukses Bersama (SSB) yang berada di Kilometer 5 bawah Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Perusahaan jasa kredit Surya Sukses Bersama (SSB) Kota Tanjungpinang mendapat kritikan dari konsumen karena pelayanan yang dinilai kurang maksimal.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh beberapa konsumen yang mengaku terkendala dalam hal melakukan perkreditan.

“Saya lancar-lancar saja awalnya karena diingatkan lewat SMS. Tetapi, setelah itu tak ada lagi. Saya pikir sudah lunas. Ternyata belum,” kata YN kepada sejumlah media, Rabu (31/5).

Keluhan tersebut baru dirasakan YN ketika ingin melakukan pengajuan kredit baru.

“Pas saya mau kredit lagi, ternyata saya masih ada nyangkut piutang dua tahun yang lalu. Memang sih tidak besar cicilannya, tapi ditambah dengan denda jadinya besar,” kesalnya yang mengaku tidak mendapatkan peringatan apapun dari pihak SSB sebelumnya.

Kepala Debt Collector SSB, Indra, saat dihubungi memberikan jawaban yang kurang memuaskan. Dia menyarankan untuk menanyakan hal tersebut ke Manager SSB.

“Wah kalau itu permasalahannya abang langsung saja ke manager,” jawab Indra ketika dihubungi.

Ditempat terpisah, Manager SSB, Afung tidak mengelak adanya indikasi tersebut. Namun dia beralasan karena beberapa faktor yang menjadi penyebab.

“Kalau alasan konsumen tidak dihubungi itu sudah sering saya dengar, tapi banyak hal yang dihadapi tim di lapangan,” terang Afung.

 

Manager Surya Sukses Bersama (SSB), Afung.

Manager Surya Sukses Bersama (SSB), Afung.

Afung menilai bisa saja hal itu karena faktor miss komunikasi seperti berpindahnya alamat tempat tinggal konsumen serta penggantian nomor seluler.

“Yang jelas kalau ada konsumen merasa dirugikan, kita senantiasa membuka pintu untuk menerima laporan dengan tujuan mencari solusi terbaik,” kata dia.

Tidak hanya YN, bahkan BD, FT dan DD juga merasakan hal yang sama. Selain itu dua diantaranya justru mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan.

“Saya justru pernah diancam, tapi saya logika saja bahwa ini ulah oknumnya bukan atas dasar perintah perusahaan,” kata FT dan DD yang mengaku hanya tersisa beberapa bulan untuk pelunasan kredit.

Atas kejadian tersebut, konsumen SSB berharap adanya peningkatan pelayanan kepada kreditur dalam hal melakukan pembayaran kewajiban dengan lebih baik lagi.

(Iskandar)

Baca juga :

Top