''

Sanksi Tegas Basecamp Belum Jelas, Ini Desakan SAAM Untuk Pemko Tanjungpinang

Koordinator Solidaritas Anti Arogansi dan Miras (SAAM) Kota Tanjungpinang, Baharuddin.

Koordinator Solidaritas Anti Arogansi dan Miras (SAAM) Kota Tanjungpinang, Baharuddin (Kaos Putih).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sanksi tegas yang diberikan Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap Basecamp Cafe dan Bar hingga kini belum jelas. Padahal, PGRI, Mahasiswa hingga Ormas menilai Basecamp telah mencoreng dunia pendidikan.

Cafe tersebut sebelumnya mengadakan event bertemakan “Back To School Party” pada Sabtu (1/10) lalu. Pelayan di Cafe itu menggunakan atribut sekolah lengkap berlogo OSIS pada event itu, dan berujung pada Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono pada Minggu (2/10) dinihari kemarin.

Untuk itu, Solidaritas Anti Arogansi dan Miras (SAAM) kembali mendesak Pemko Tanjungpinang guna diberikan sanksi tegas terhadap Basecamp Cafe dan Bar.

Koordinator SAAM dalam press rilis jumpa pers di kedai kopi Uncu Kota Tanjungpinang, Baharuddin mendesak Pemko Tanjungpinang dalam hal ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tanjungpinang untuk segera mungkin menyelesaikan proses penyidikan atas dugaan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungpinang yang diduga dilakukan oleh Manajemen Basecamp Cafe dan Bar.

“Hal ini penting agar adanya kejelasan terkait rekomendasi sanksi yang akan diberikan kepada manajemen cafe tersebut, sehingga persoalan ini tidak menimbulkan multi persepsi ditengah-tengah masyarakat dan semakin berlarut-larut tanpa adanya kejelasan,” katanya, Selasa (11/10).

Selain itu, kata dia, meminta kepada PPNS Kota Tanjungpinang untuk dapat merilis hasil penyelidikan terkait izin-izin yang dimiliki oleh Manajemen Basecamp Cafe dan Bar.

Meminta kepada Kepolisian Resort Kota Tanjungpinang untuk terus memproses laporan dugaan pencemaran nama baik dunia pendidikan yang diduga dilakukan oleh Manajemen Basecamp Cafe dan Bar yang beberapa waktu lalu dilaporkan oleh PGRI Kota Tanjungpinang.

“Dan kami juga meminta kepada PGRI Kota Tanjungpinang agar proaktif memantau laporan yang sudah disampaikan kepada Polres Tanjungpinang sehingga proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik dunia pendidikan tersebut dapat terus berlanjut sampai adanya kepastian hukum atas persoalan ini,” tegas Baharuddin.

SAAM juga menuntut agar Basecamp Cafe dan Bar ditutup selamanya ataupun dicabut izinnya sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila rekomendasi penyidikan PPNS Tanjungpinang tetap memberikan kesempatan Basecamp beroperasi, maka SAAM tetap meminta sanksi tegas dari Pemko Tanjungpinang agar Basecamp tidak lagi menjual minuman keras dan merubah konsep manajemen Basecamp sehingga apa yang pernah terjadi tidak terulang kembali.

Baharuddin juga menyayangkan bahwa sampai saat ini owner Basecamp, Santos, tidak juga kunjung mengindahkan permintaan Walikota Tanjungpinang untuk meminta maaf secara langsung kepada elemen masyarakat dan mahasiswa.

“Upaya permintaan maaf owner Basecamp tersebut hanya dilakukan melalui beberapa media cetak dan media online dan hal ini kami anggap merupakan permintaan maaf yang setengah hati,” katanya.

Apabila 3×24 jam terhitung sejak surat pernyataan sikap ini disampaikan, namun tidak juga ada kejelasan dari hasil penyidikan oleh PPNS Kota Tanjungpinang, maka SAAM akan turun kembali melakukan unjukrasa dengan satu tuntutan yakni Basecamp Cafe dan Bar “WAJIB” ditutup selamanya. (Iskandar)

Baca juga :

Top