''

Rumah Warga Rusak Akibat Tertimpa Pohon

– Kejadian Ke 2 Kalinya dan Pernah Melapor di Kelurahan Tanjungpinang Timur

Inilah sebuah rumah yang rusak akibat tertimpa pohon di Jalan Pompa Air Km 2,5 Kota Tanjungpinang, Senin (29/2)

Inilah sebuah rumah yang rusak akibat tertimpa pohon di Jalan Pompa Air Km 2,5 Kota Tanjungpinang, Senin (29/2)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sebuah rumah milik warga Jalan Pompa Air Km 2,5 Kota Tanjungpinang rusak akibat tertimpa pohon Akasia Hutan Lindung Bukit Kucing sekitar pukul 10.30 WIB, Senin (29/2).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan dari warga, sebelum pohon tersebut tumbang, sempat ada angin kencang beberapa menit. Pemilik rumah diketahui bernama Anis.

“Tadi ada angin kencang bang, terus warga terkejut ada bunyi suara dentuman. Sekali dilihat rupanya pohon tumbang menimpa rumah,” kata warga Jalan Pompa Air, Ismail kepada LintasKepri.com dilokasi kejadian.

Dia menjelaskan, akibat insiden itu, seng rumah rusak, bocor, dan plafon bagian dapur rusak parah.

“Lihat ni bang, plafon dapurnya bolong,” ungkap Ismail sembari menunjukan kepada awak media ini.

Sementara itu, anak pemilik rumah, Adi menuturkan bahwasanya kejadian pohon tumbang telah terjadi 2 kali hingga menimpa rumah ibunya.

“Sudah 2 kali dengan ini kejadian terjadi,” katanya.

Plafon rumah bagian dapur bolong akibat tertimpa pohon

Plafon rumah bagian dapur bolong akibat tertimpa pohon

Sebelumnya juga, Adi pernah melapor ke pihak Kelurahan Tanjungpinang Timur guna meminta pohon yang berada tepat di sisi belakang rumahnya supaya di tebang.

“Saya pernah melapor ke Kelurahan Tanjungpinang Timur. Untuk dilakukan penebangan. Pegawai lurah juga pernah turun kelokasi. Kata pegawai lurah akan dibilang ke Dinas KP2KE. Tahun 2015 saya melapor terakhir. Hanya sekali saja melapor, dan pihak lurah menyuruh membuat surat untuk Dinas KP2KE,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah pernah mendapatkan bantuan dari Pemko Tanjungpinang atas 2 kali rumahnya tertimpa pohon, Adi menuturkan belum pernah mendapatkan bantuan.

“Belum pernah dibantu oleh Pemko,” tutupnya.

Bahkan ada warga menyindir, tunggu ada musibah baru dibantu dan diatasi.”Jangan sudah ada korban baru pemerintah sibuk,” kata warga yang enggan namanya dipublikasikan.

Pantauan terakhir, ada 2 petugas dari Dinas Kehutanan Kota Tanjungpinang turun ke lokasi. Terlihat juga puing-puing batang pohon, ranting dan dedaunan berserakan. (syh)

Baca juga :

Top