'

Rumah Hantu di Tanjungpinang Hadirkan Orang Tertinggi di Indonesia

Mohamad Sukri (kiri) Rekan manusia Tertinggi, Mochammad Arianto Pribadi

Mohamad Sukri (kiri), Rekan manusia Tertinggi di Indonesia, Mochammad Arianto Pribadi.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Mochammad Arianto Pribadi (26), pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang memiliki  tinggi 2,20 meter dan berat 130 Kilogram, akan melakoni pertunjukan Rumah Horor Indonesia dimulai 25 Maret hingga 24 April 2017.

“Rumah Hantu di Tanjungpinang ini salah satu pemerannya adalah artis yang merupakan manusia tertinggi di Indonesia yang masih hidup. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Rumah Hantu, dan manusia tertinggi silahkan datang ke Tanjungpinang City Centre (TCC) yang berada di Kilometer 8,” ungkap Koordinator Rumah Hantu Indonesia, Mohamad Sukri.

Pertunjukan uji nyali Rumah Hantu Indonesia, kata dia akan dibuka mulai pukul 13:00 hingga pukul 21:00 WIB.

“Tiket untuk umum Rp25 ribu, di hari libur, dan Rp20 ribu dihari biasa. Untuk durasi sekitar 10 menit dengan tiket tambahan Rp15 ribu,” tutur Sukri.

Manusia tertinggi di Indonesia ini akan berperan sebagai genderuwo. Bagi Masyarakat yang mau berpose dengannya, panitia memberikan durasi terpisah.

“Kita berikan kesempatan untuk berpose bersama mas Mochammad Arianto Pribadi (26) manusia yang memiliki tinggi 2,20 meter ini,” katanya.

Arianto sapaan akrabnya ini merupakan sahabat lama yang telah Sukri kenal dari tahun 2010 lalu.

“Saya sudah lama gak melihat beliau (Arianto,red) tampil di perfilman. Makanya saya lacak melalui medsos, dan akhirnya dapat berkomunikasi,” ungkap Sukri.

Sementara, Mochammad Arianto Pribadi mengungkapkan ketertarikannya menerima tawaran Sukri selalu koordinator acara tersebut karena 6 tahun lalu pernah bersama-sama.

“Dulu saya sudah kenal 6 tahun lalu. Sekarang saya tidak bisa kembali ke dunia perfilman karena mengalami penyakit gula darah yang mencapai 190,” terang manusia tertinggi di Indonesia ini.

Kedatangannya ke Tanjungpinang untuk mengisi waktu kosong dan hadir di acara tersebut.

“Iya lumayan, untuk biaya pengobatan saya. Karena seharusnya saya wajib cek kondisi satu kali seminggu. Karena job kurang, sudah sekitar 3 bulan saya tidak pernah cek. Mudah-mudahan dimulai dari Kota Tanjungpinang, saya bisa mendapatkan biaya untuk mengobati penyakit saya,” ungkapnya kepada LintasKepri ketika dijumpai di salah satu lokasi di Tanjungpinang.

(Suaib)

Baca juga :

Top