'

Resahkan Warga, Kos Di Jalan Ciku Digerebek Polisi

Suasana saat penggerebekan

Suasana saat penggerebekan

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kos tanpa nama di Jalan Ciku Kelurahan Kampung Baru digerebek Polisi, Rabu (8/3) sekitar pukul 10:30 WIB, disaksikan langsung Bhabinkamtibmas Polres Tanjungpinang, Sekretaris Lurah Kampung Baru dan Ketua RT 4 RW 5. Kos ini didatangi puluhan anggota polisi karena telah meresahkan warga sekitar.

“Sudah meresahkan warga. Sering berisik, berantem dan selisih paham penghuni yang menghuni kamar kos ini,” kata Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Kampung Baru Kota Tanjungpinang, Mujiarto disela-sela menyaksikan kos digerebek polisi.

Jumlah kamar hunian kos, sambung Mujiarto, berjumlah 12 kamar. Beberapa penghuni kamar ada yang belum melapor kepadanya selaku Ketua RT 4 RW 5.

“Belum lapor ke saya 10 Orang, sedangkan dua penghuni telah melapor dari totalnya keseluruhan berjumlah 12 orang,” katanya.

Ketua RT 4 RW 5, Mujiarto.

Ketua RT 4 RW 5, Mujiarto.

Oleh karena itu, Mujiarto berkoordinasi dengan Bhabinkambtibmas setempat bernama Alex Shandro agar mengambil tindakan karena telah meresahkan warga sekitar.

“Saya suruh ditindak,” tegasnya.

Kata Mujiarto rata rata penghuni kamar kos bekerja di malam hari.

“Penghuninya rata rata perempuan yang ketangkap,” kata dia.

Selain itu, Mujiarto menyebut bahwasanya pemilik kos tanpa plang nama ini adalah seorang anggota TNI AL.

“Yang punya anggota TNI AL bertugas di Pomal,” jelas Ketua RT ini ketika ditanya.

Mujiarto memberitahu kos tersebut telah berdiri sejak tahun 2015.

Inilah Kos Tanpa Nama di Jalan Ciku yang digerebek Polisi, Rabu (8/3).

Inilah Kos Tanpa Nama di Jalan Ciku yang digerebek Polisi, Rabu (8/3).

Ditempat yang sama, Iptu Fauzi, KBO Binmas Polres Tanjungpinang telah memberikan imbauan kepada penghuni kamar.

“Kami imbau jangan bawa pasangan dan narkoba. Namun ada yang mengaku penghuni telah nikah sirih. Tapi kita serahkan ke Bhabinkamtibmas,” katanya.

Kata Fauzi, pasangan luar nikah di kos itu baru diketahui satu pasangan dan diberikan sanksi.

“Sanksinya kita tegur, pembinaan dan membuat pernyataan,” tuturnya.

Kata Fauzi kos ini diduga terindikasi adanya narkoba.

“Ini baru indikasi, kalau A1 baru kita tindak,” tutupnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top