'

PT Adikarya Dwi Sukses Klaim Miliki Izin

Humas PT. ADS, Andy Cori Fatahuddin.

Humas PT. ADS, Andy Cori Fatahuddin.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – PT. Adikarya Dwi Sukses (ADS) bergerak di bidang Eksplorasi Tambang Timah memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tersebut selama ini tidak melanggar aturan dan memiliki izin resmi (legal), kata Humas PT. ADS, Andy Cori Fatahuddin, Kamis (9/11).

“Kita (perusahaan) punya perizinan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Informasi yang beredar selama ini simpang siur dan tidak benar. Dapat kami sampaikan bahwa PT. ADS selalu mengikuti aturan dan mekanisme yang ada,” tegas Cori.

Cori juga memastikan bahwa pemberitaan yang menyudutkan Perusahaan Tambang Timah tersebut yang diduga telah melakukan pelanggaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepri tidak benar.

Pasalnya, perusahaan tersebut tidak menyalahi Perda RTRW dan telah sesuai aturan dan mekanisme yang ada.

Selain itu, kata Cori, kawasan pemanfaatan ruang wilayah pertambangan logam timah milik PT. ADS di Sri Bintan Teluk Sebong Kabupaten Bintan memiliki perjanjian resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

img_20171109_135755“Jadi, informasi yang selama ini, kalau kami tidak punya izin, itu tidak benar,” tegasnya.

Cori juga menyebut revisi izin PT. ADS oleh Pemprov Kepri juga dirasa sangat tidak adil.

“Mereka tidak memberikan kesempatan kepada kami, padahal kami ingin memberikan sumbangsih kepada daerah,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Komisaris PT. ADS, Ferry, juga mengatakan informasi pemberitaan yang beredar selama ini tidak benar karena saat ini pihaknya hanya melaksanakan eksplorasi dan kajian dari langkah awal perjanjian yang dikeluarkan pemerintah dan tidak melakukan ekspor Timah.

“Ini malah kami dikatakan sudah mengekspor. Sementara melakukan produksi saja kami belum. Jadi, pemberitaan dan kabar yang beredar selama ini tidak benar, kami belum melakukan produksi, bahkan ada menyatakan kami telah mengekspor, itu suatu informasi yang sangat salah,” tegasnya.

Ia berharap atas informasi dan isu yang beredar saat ini tidak menimbulkan polemik.

(Iskandar)

Baca juga :

Top