Proklamasi HUT RI Ke-71, Walikota Jadi Inspektur Upacara

Paskibaraka saat akan menaikkan sang saka merah putih


Paskibaraka saat akan menaikkan sang saka merah putih.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Tanggal 17 Agustus merupakan tanggal yang sangat penting bagi sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, pada tanggal ini juga Proklamasi di kumandangkan yang menandai kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Upacara Peringatan Hut Proklamasi ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan di halaman Kantor Walikota Tanjungpinang, dengan Walikota Tanjungpinang H, Lis Darmansyah, SH selaku Inspektur Upacara, pada Rabu (17/8).

Upacara Peringatan HUT RI 71 yang di ikuti jajaran FKPD dan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, serta tokoh-tokoh masyarakat Kota Tanjungpinag ini berjalan dengan hikamat dan tanapa hambatan apapun.

Bagi Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansya, SH momentum kemerdekaan adalah sesuatu yang tidak ternilai bila di ukur dengan nilai, karena kemerdekan itu ialah sebuah pengorbanan, perjuangan yang menghasilkan sesuatu dan mencapai suatu tujuan yang di harapkan.

Tentunya sekarnag ini, sambung Lis, pola memaknai kemerdekaan itu telah berdeda dengan dulunya, jika dulu berjuang berkorban dengan darah, sekarang ini perjuangan dan pengorbanan kita lakukan dengan pemikiran dalam berpartisipasi aktif maupun pasif untuk membangun negara ini kedepanya.

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah Jadi Inspektur Upacara di HUT RI Ke-71 Tahun di Halaman Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (17/8).

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah Jadi Inspektur Upacara di HUT RI Ke-71 Tahun di Halaman Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (17/8).

Lis juga menjelaskan jika kita melihat sekarang ini nilai nilai perjuagan itu hanya dianggap bersifat serimonial, mereka mengerti tetapi tidak memahami makna dari sebuah perjuangan itu.

“Nilai nilai perjuangan itu adalah sesuatu yang memang butuh kesabaran dan pengorbanan, tidak ada kemerdekaan yang kita raih tanpa pengorbanan dan perjuangan, inilah yang perlu kita tanamkan kepada generasi muda,” sambung Lis.

Kedepannya Lis berharap di dalam dunia pendidikan harus ada rangkaian-rangkain yang dapat menanamkan makna dari nilai-nilai perjuangan itu, karena menanamkan nilai-nilai perjuangan itu berkaitan terhadap wawasan kebangsaan.

“Semangat perjuangan generasi muda ini tidak hilang, akan tetapi semangat perjuangan itu semakin lama semakin luntur,” katanya.

“Nilai kebangsaan ini yang paling realita dan yang paling sering kita rasakan itu adalah cinta terhadap bangsa ini” tutur Lis.

Di akhir wawancaranya Lis mengatakan bahwasanya rasa nasionalisme itu tidak perlu di ajarkan, nasionalisme itu tidak perlu di beritahukan, nasionalisme itu harus di munculkan dari diri kita sendiri, karena rasa nasionalisme itu merupakan suatu tanggung jawab. (hum/red)

Baca juga :

Top