''

Produk Kadaluarsa Ditemukan Terjual di Swalayan Global

Inilah pampers Oto Baby Pants saat masih terpajang di Swalayan Global. Foto diambil Jumat (29/9).

Inilah pampers Oto Baby Pants saat masih terpajang di Swalayan Global. Foto diambil Jumat (29/9).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Produk berupa pampers untuk balita merek Oto Baby Pants yang telah kadaluarsa ditemukan terpajang dan terjual di Swalayan Global Jalan DI Panjaitan Km 7 Kota Tanjungpinang. Diproduk tertulis EXP 15 04 2017.

Adalah Syafrianto yang merasa kecewa usai membeli pampers bermerk tersebut untuk dua buah hatinya di Swalayan Global dikarenakan tak layak pakai, ditambah lagi habis masa berlaku (kadaluarsa). Akibatnya, salah satu buah hati Syafrianto mengalami kemerahan pada kulit.

“Pada saat saya belanja sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (28/9), saya cuma mengecek tanggal kadaluarsa makanan dan minuman saja. Tapi saya tidak mengecek tanggal kadaluarsa di bungkus popok bayi,” kata dia, Sabtu.

Syafrianto baru mengetahui pampers Oto Baby Pants habis masa berlaku (kadaluarsa) dipagi hari setelah pampers tersebut dikenakan ke anaknya pada malam hari.

“Saya lihat anak saya Zafirah Balqis, umur 2 tahun 2 bulan, garuk garuk kulit bokong. Saya cek kemasan pampers itu, barulah saya tahu bahwa produk tersebut sudah kadaluarsa,” jelasnya.

Mengetahui kadaluarsa (expired), ia langsung menukar dua bungkus pampers yang telah dibeli sebelumnya itu ke Swalayan Global. Pengawas dan karyawan Swalayan Global pun tidak mengetahui ada barang expired ketika ditanya.

img_20170930_212145“Supervisor Global, Linda, dan Ani selaku pengawas telah datang kerumah saya siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB guna melihat kondisi anak saya,” terang Syafrianto.

Pembeli yang biasa berbelanja di Swalayan Global ini merasa kecewa karena sang pemilik bernama David tidak ikut hadir saat melihat anaknya.

“Seharusnya pemilik datang, tanggungjawab, jangan tau untung saja dan memerintahkan bawahannya saja,” tegas Syafrianto.

Ia berharap kejadian ini tidak terulang kembali ke pembeli lainnya. Kata dia pihak swalayan khususnya pemilik untuk lebih mengawasi semua produk yang dijual agar konsumen terjamin keamanannya dalam mengkonsumsi atau menggunakan produk yang dibeli.

(Iskandar)

Baca juga :

Top