''

Pria Ini Bakar Toko Hembass Setelah Dipecat Kerja

Polsek Tanjungpinang Timur saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Kamis (10/11).

Polsek Tanjungpinang Timur saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Kamis (10/11).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Mantan karyawan Toko Hembass, Sunarmo (SN), berhasil dibekuk anggota Polsek Tanjungpinang Timur yang merupakan pelaku pembakaran toko itu dikediamannya di Jalan Ir Sutami Kota Tanjungpinang.

Toko yang berada di Jalan DI Panjaitan Kilometer 7, RT 05/RW 08 Kota Tanjungpinang tersebut terbakar belum lama ini. Diketahui pemilik bernama Joni (40).

Selain itu juga polisi berhasil meringkus Bintohi Haloho (BH) berperan sebagai penagih nota toko yang berhutang kepada toko Hembass setelah melakukan pengembangan atas tertangkapnya SN.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Effendri Alie saat menggelar konferensi pers menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima polisi bahwa dua bulan yang lalu agen toko bangunan Hembass di Jalan DI Panjaitan Kilometer 7 terbakar.

“Kita menurunkan Tim Labfor apakah kejadian itu murni terbakar. Kejadian bermula pada saat pelaku Sunarmo (SN) yang merupakan mantan karyawan gudang material tersebut berniat untuk melakukan pencurian,” katanya.

Dia (Sunarmo,red) berhasil masuk gudang toko itu dengan cara memecahkan kaca nako jendela menggunakan kunci ring (kunci pass).

Mendapati tidak ada uang yang bisa diambil, pelaku langsung mengambil nota tagihan barang yang bernilai jutaan rupiah.

Kemudian untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar gudang milik korban (Joni) dengan cara membakar berkas yang ada di gudang tersebut menggunakan mancis.

Polisi sendiri mulai curiga karena kebakaran ini sudah terjadi dua kali dan dilakukan penyelidikan penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Berangkat dari nota itu, Effendri Alie meminta kepada korban (pemilik) untuk menghubungi toko-toko yang memiliki hutang besar guna mengetahui nota-nota yang hilang.

“Ada salah satu toko rekanan yang ditagih oleh seseorang yang katanya suruhan korban,” ucap Effendri Alie kepada awak media, Kamis (10/11) siang di Mapolsek Tanjungpinang Timur.

Kata Effendri Alie, SN meminta BH untuk menagih nota tersebut. Sebagian nota digunakan untuk mencari uang dengan cara menagih ke toko-toko rekanan korban yang dilakukan pelaku yang mempunyai hutang kepada toko Hembass.

“Rekanan bisnis korban sudah tahu kalau pelaku SN dipecat dari kerjanya,” tuturnya.

Effendri Ali mengutarakan, pihak kepolisian langsung meminta kepada pihak yang ditagih tersebut untuk memberikan uang yang diminta pelaku BH.

“Apabila ada orang yang datang ke toko menagih, saya bilang kasih aja. Boleh minta tapi tinggalkan nomor handphone,” ungkapnya.

Kemudian penyidik berkoordinasi dengan korban, karena kejadian serupa telah terjadi sampai dua kali.

Effendri menjelaskan, ada salah satu tokoh yang ditagih pelaku setelah 3 hari kejadian. Dari tagihan, sudah sempat dicairkan sebesar Rp5 juta.

“Uang belum bisa kita hadirkan kesini sebagai barang bukti karena sudah diserahkan kepada orang lain, dan segera akan kita sita untuk dijadikan barang bukti,” terangnya.

Kata Kapolsek Tanjungpinang Timur ini, tersangka SN benar masuk dari jendela kaca menggunakan kunci pass dengan cara memecahkan kaca jendela. Kemudian tersangka terluka dibagian tangan saat memecahkan kaca sehingga meninggalkan jejak bercak darah.

Selain itu, toko ini sudah 7 tahun tidak di jaga petugas kemananan (security). SN mengaku melakukan sendiri, kemudian ia bertemu dengan BH untuk mengasih nota-nota yang telah diambil.

Menurut pengakuan tersangka ada 6 nota. Dari 6 nota yang disita berjumlah Rp14 juta.

“Sementara dari penuturan korban, nota cukup banyak dan kita dalami lagi,” katanya.

SN dikenakan pasal 187 mengenai pembakaran Junto pasal 363 mengenai pencurian. Sedangkan BH, dikenakan pasal pertolongan jahat 480 KUH Pidana.

“Karena BH tidak tersangkut masalah pembakaran dan pencurian. Dia hanya berperan menagih,” tutup Kapolsek ini.

Kerugian ditaksir dari aset yang terbakar berupa komputer, Ac dan bangunan rusak,
mencapai Rp150 juta.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni CPU, dan komputer yang terlihat sudah hangus terbakar. (Iskandar)

 

 

Baca juga :

Top