'

Pramuka SMAN 1 Tambelan Fokus Potensi Pariwisata

Pramuka SMAN 1 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Pramuka SMAN 1 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Bintan, LintasKepri.com – Pramuka SMA Negeri 1 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, fokus mencari objek yang berpotensi menjadi destinasi pariwisata.

“Program ini kami sebut Pramuka Go Wisata yang nantinya kami harapkan dapat melepaskan Tambelan dari keterisoliran,” kata Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Tambelan, Muhammad, Sabtu (7/10).

Menurutnya Pramuka dinilai sangat tepat untuk melakukannya. Karena, selain dapat menerapkan skill Pramuka itu sendiri dengan alam, Tambelan juga memiliki banyak potensi pariwisata yang unik dan belum terekspos. Inovasi ini juga sebagai cikal melepaskan Tambelan dari keterisoliran selama ini.

“Tentunya dengan didukung oleh bandara yang bakal rampung 2019 mendatang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Muhammad mengaku latar belakang program tersebut adalah untuk menjadikan masyarakat Tambelan sebagai pemilik andil besar ketika bandara rampung.

“Artinya, secara pribadi kami tidak ingin masyarakat Tambelan hanya menjadi penonton pasca bandara beroperasi,” harap dia.

Pramuka SMAN 1 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Pramuka SMAN 1 Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Oleh sebab itu, program Pramuka Go Wisata ini bertujuan agar masyarakat Tambelan dapat mengembangkan potensi masing-masing objek wisata yang ada.

Muhammad mengatakan bahwa saat ini jelajah alam yang dilakukan masih setakat Pulau Tambelan. Dengan harapan dapat berkembang untuk menjelajah pulau lain dalam gugusan Kecamatan Tambelan.

“Kegiatan tidak hanya dilakukan untuk daerah wisata saja, tapi juga ke ranah budaya, sejarah, dan kerajinan tangan lainnya,” kata dia.

Sementara itu, kegiatan yang sudah dilakukan antara lain memperkuat struktural Gudep 0615-0616 dengan membagi bidang dokumentasi, alih bahasa asing, dan melakukan publis mandiri melalui media sosial.

“Artinya penyajian bakal menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Karena, bahasa memang menjadi prioritas kami selain menampilkan foto-foto kegiatan. Nantinya semua itu akan kami sajikan di dalam website yang tidak hanya khusus untuk Pramuka tapi juga mencakup kegiatan Osis,” paparnya.

Muhammad mengaku masih banyak kendala yang dihadapi. Antara lain atribut foto dan website yang masih belum dimiliki.

“Saat ini kami masih menggunakan kamera handphone dan publis melalui instagram pramuka_berkisah (Bertaqwa, Kreatif, dan Bersahabat). Insya Allah ke depan jika program ini mendapat respon positif kami akan sajikan dalam bentuk yang lebih baik dan dapat menarik minat wisatawan,” katanya.

(mamas)

Baca juga :

Top