''

PPTK Pelabuhan Dompak: Ambruknya Plafon Karena Angin Kencang

PPTK Satker KSOP Kelas II Tanjungpinang, Haryadi

PPTK Satker KSOP Kelas II Tanjungpinang, Haryadi

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek pembangunan dermaga domestik dan internasional Dompak, Haryadi mengakui kerawanan pembangunan plafon Pelabuhan hingga menyebabkan ambruknya plafon pada Minggu (10/7) sore kemarin.

Baca Berita Sebelumnya: Belum Beroperasi Pelabuhan Dompak Ambruk

“Rusaknya plafon itu buka pengaruh karena terganjal pekerjaan, kanopinya itukan mengarah ke atas, memang rawan angin, jadi itu disebabkan karena angin yang kencang” kata Haryadi saat dikonfirmasi LintasKepri.com, Senin (11/7) siang.

Sebagai PPTK dari Satuan Kerja (Satker) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Haryadi telah meminta pihak kontraktor segera memperbaiki plafon yang diduga olehnya ambruk akibat terkena terpaan angin kuat.

Perbaikan tersebut harus dilakukan kontraktor, dalam hal ini PT Ramadhan Karya Pratama dengan konsultan supervisinya PT Intimulya Multikencana, kata Haryadi, mengingat pembangunan masih dalam tahap pemeliharaan.

“Mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) dengan 180 hari kerja, terhitung tanggal 1 April sampai dengan 28 September, jadi masih tanggung jawab kontraktor, saya sudah printahkan untuk memperbaiki kerusakan plafon,” katanya.

Meskipun belum 100 persen selesai pengerjaan proyek pembangun Pelabuhan Domestik dan Internasional menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau multiyers itu sudah memasuki tahap ke VI.

“Total keseluruhan hampir Rp.120 Miliar beserta restel dan reklamasi nantinya,” ungkap Haryadi.

Haryadi juga menjelaskan, Pelabuhan tersebut katanya belum selesai, namun dianggarkan kembali pada tahun 2016.

“Cuma masih terblokir, karena kepelikan tanah itu masih milik Pemerintah Povinsi Kepri, dan kita sudah minta sama Dinas Perhubungan Provinsi untuk mengurus itu,” jelasnya.

Penyelesaian tahap akhir Pelabuhan tersebut, kembali kata Haryadi menunggu, bahan meterial yang dibelanjakan di Batam, karena di Tanjungpinang bahan-bahan tersebut tidak dijual.

“Sisa penyelesaian pembangunan pengadaan saluran air, pipa, listrik dan kelengkapan lainnya, semua untuk tahun ini,” ujarnya.

Menepis dugaan matrial bangunan berbahan murah dan tidak sesuai dengan spek dan bestek, Haryadi juga menjelaskan, dirinya telah meminta kepada lembaga terkait untuk memastikan bahan yang digunakan dalam pengerjaan proyek tersebut sudah benar.

“Kita sudah minta bantuan LPJK juga untuk mengecek bangunan. Untuk plafon bahan alumunium, akan segera diperbaiki,” lagi katanya. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top