Pilgub DKI Dua Putaran

Jakarta, Lintaskepri.com – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Daerah Khusus Ibukota (DKI) dipastikan dua putaran. Hal ini akibat perolehan suara masing-masing pasangan calon (Paslon) tak mencapai 50 persen plus satu.

Meski keputusan ini belum resmi, namun hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan calon nomor 1, Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni, tidak bisa melanjutkan pertarungan karena menempati posisi ketiga terendah.

Paslon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan paslon nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, akan maju pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta.

Seperti dilansir dari Tempo.co, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemenang dalam perebutan kursi gubernur bergantung pada suara pendukung Agus Harimurti Yudhoyono.

”Tahap kedua tergantung suara Agus ke mana? Suara yang sekarang ini 18-20 persen itu ke mana? Itu yang menentukan,” kata Kalla di rumah dinas wakil presiden di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (15/2).

Menurut Kalla, pertimbangan personal calon akan sangat menentukan suara pemilih. Pertimbangan personal ini, misalnya, soal rekam jejak, prestasi, dan lainnya. Dukungan suara tidak akan dipengaruhi koalisi partai yang akan terbentuk pada putaran kedua.

“Pilkada ini peran partai tidak besar, personal, peran orang, karena partai itu lebih banyak kepada dukungan pertama. Tapi, begitu dia sudah di dalam kampanyenya, itu sangat personal,” kata Kalla.

Faktor suara pendukung Agus inilah, ujar Kalla, yang akan menentukan pemenang dalam pemilihan gubernur di putaran kedua. Sementara suara pendukung Ahok dan Anies pada putaran pertama, kata Kalla, bisa dipastikan tidak akan berubah. Pemilih Ahok di putaran pertama dipastikan akan memilih Ahok di putaran kedua. Demikian juga dengan pemilih Anies.

Sementara, kubu pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mulai menatap putaran kedua Pilkada DKI 2017. Menilik hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, pasangan Anies-Sandi berada di urutan kedua setelah pasangan Ahok-Djarot.
Jika terjadi dua putaran, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan tak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan pasangan calon nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Pasangan Agus-Sylvi berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei berada di urutan ketiga.

“Ya tentu untuk memenangkan putaran kedua, kami akan bekerja sama dengan semua pihak ya. Tidak menutup kemungkinan dengan Agus-Sylvi. Artinya, kami sama-sama bukan inkumben,” kata Riza di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 2017.

Riza mengungkapkan, skenario tersebut bisa terjadi jika pasangan Agus-Sylvi terdepak di putaran pertama. Menurut dia, pihaknya memiliki kesamaan dengan kubu nomor satu tersebut dalam niat membenahi kota Jakarta. “Saya kira ini satu poin yang penting untuk kami benahi bersama. Jadi bersinergi dengan tim yang ada, dengan relawan yang ada, kemudian juga dengan Agus-Sylvi umpamanya dia tidak masuk,” ujarnya.

Riza mengatakan, yang terpenting buat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ialah menjaga persatuan dan kesatuan. Kompetisi pilkada, katanya, jangan sampai memecah belah bangsa. Sebab, melalui kompetisi tersebut harus membangun sebuah perbedaan dan keberagaman untuk kekayaan dan persatuan bangsa. (redaksi)

Baca juga :

Top