''

Peringatan Hari Buruh di Tanjungpinang Berpusat di Gedung Gonggong

Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Tahun ini Pemerintah Kota memilih Gedung Gonggong sebagai tempat pusat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tanjungpinang. Perayaan itu diperingati setiap tanggal 1 Mei tiap tahunnya.

Pemerintah Kota melalui Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro Tanjungpinang melaksanakan kegiatan senam sehat bersama seluruh buruh yang ada di kota itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri menuturkan peringatan May Day mengambil tema “Sehat Gembira bersama Buruh”.

“Senam sehat kita laksanakan di Gedung Gonggong Taman Laman Boenda Tepi Laut pada hari Senin 1 Mei mendatang. Acara di mulai pada pukul 06:00-10:00 WIB,” katanya saat di temui di ruang kerjanya, Sabtu (29/4).

Selain senam sehat, kata Marzul, Buruh juga dapat melakukan donor darah dan pengecekan kesehatan.

Kegiatan donor darah nantinya didampingi oleh pihak Palang Merah Indonesia (PMI).

“Darah yang didonorkan tersebut dapat membantu masyarakat lain membutuhkan darah,” tuturnya.

Nantinya juga dalam kegiatan senam sehat disediakan bermacam-macam hadiah (doorprize) yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara untuk peserta senam sehat.

“Mari kita rayakan bersama-sama seluruh Buruh Kota Tanjungpinang dengan senam sehat,” ajak Marzul.

Dinas Tenagakerja menargetkan sebanyak 500 Buruh hadir diacara ini.

“Kita menargetkan 500 Buruh yang datang,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, sejarah Hari Buruh (May Day) lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial.

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya.

Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter Mc Guire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey.

Pada tahun 1872, Mc Guire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja.

Mc Guire lalu melanjutkan dengan berbicara dengan para pekerja dan para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur.

Mc Guire menjadi terkenal dengan sebutan “Pengganggu ketenangan masyarakat”.

Pada tahun 1881, Mc Guire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu.

Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago dengan Mc Guire sebagai Sekretaris Umum dari “United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America”.

Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara.

Mc Guire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk para pekerja di setiap Senin pertama bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan Hari Pengucapan Syukur.

Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh Pertama diadakan di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertuliskan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi.

Maguire dan Mc Guire memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

Pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum pada 1894.

Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan Minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia.

Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS.

Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872 [1], menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886. (sumber: Wikipedia)

(Iskandar)

Baca juga :

Top