Pemko Terima Penganugerahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award 2015

Pemko terima penganugerahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award 2015 (1/9).

Pemko terima penganugerahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award 2015 (1/9).

Jakarta, Lintaskepri.com – Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH,  menerima Penganugerahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Award 2015 di Gedung Siwabessy Kementerian Kesehatan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Selasa (1/9). Hal ini diberikan karena Kota Tanjungpinang dinilai peduli dan berkomitmen sehingga termasuk dalam 13 Pemerintah daerah (pemda) provinsi dan 270 kabupaten/kota yang telah mengintegrasikan kepesertaan Jamkesda ke BPJS Kesehatan hingga 28 Agustus 2015.

Dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Kesehatan RI, Prof Dr,dr. Nila Djuwita F Moeloek Sp.M(K), Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Chazali H Situmorang dan jajaran Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

“Akhir 2016 seluruh Jamkesda sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan untuk mendukung universal coverage pada 2019,” ujar Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Kini, sebagian daerah lainnya tengah melakukan proses integrasi Jamkesdanya ke BPJS Kesehatan. Dengan integrasi dimungkinkan peserta akan memperoleh hak yang sama mendapatkan akses kesehatan layaknya peserta program JKN. “Penghargaan ini bisa mendorong pemda lainnya untuk segera bergabung sebagai wujud gotong royong bersama,” harap Fachmi.

Sesuai dengan roadmap program jaminan nasional di bidang kesehatan, integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan harus selesai dalam waktu tiga tahun sejak BPJS Kesehatan mulai beroperasi per 1 Januari 2014 silam. Diharapkan pada akhir tahun 2016, seluruh Jamkesda sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan demi mendukung tercapainya universal coverage di tahun 2019. Adapun per 28 Agustus 2015, dari total 150.753.391 jiwa peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 7,26% atau 10.657.038 jiwa adalah peserta Jamkesda yang sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan.

Terdapat 12 penghargaan yang siap dibagikan kepada pemerintah daerah terpilih. Penganugerahan JKN Award itu sendiri akan dikelompokkan berdasarkan 4 segmen wilayah, yaitu tingkat provinsi, tingkat kabupaten/kota dengan jumlah penduduk ≤ 200.000 jiwa, tingkat kabupaten/kota berpenduduk antara lebih dari 200.000 – 400.000 jiwa, serta tingkat kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 400.000 jiwa.

Adapun lima perspektif penilaian yang dilakukan terhadap masing-masing pemerintah daerah meliputi cakupan peserta BPJS Kesehatan (rasio jumlah peserta JKN terhadap jumlah penduduk, serta presentase jumlah pemda yang terintegrasi terhadap jumlah peserta), jumlah peserta integrasi Jamkesda, administrasi kepesertaan, administrasi keuangan (kesesuaian jumlah terhadap APBD serta ketepatan jumlah membayar sesuai dengan kewajiban), dan kemitraan (PKS terlama serta compliance terhadap ketentuan dan sistem BPJS Kesehatan.

Setelah menerima penghargaan, Lis menyatakan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat merupakan program prioritas bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Peningkatan fasilitas kesehatan seperti pembangunan puskemas dan puskesmas pembantu terus digalakkan serta dilengkapi dengan sarana alat kesehatan (alkes) yang  memenuhi standar,” tuturnya.

Lis mengakui sedikit kaget mendapat penghargaan ini karena apapun yang dilakukannya selama ini semata hanya untuk kepentingan masyarakat.

Saat penerimaan penghargaan waliota Tanjungpinang didampingi Asisten bidang Kesra, Drs. Ahadi, Staf Ahli Ekonomi & Keuangan, Drs.Ali Hisyam, Kadinsosnaker Drs. Surjadi, MT dan Kadinkes Rustam, SKM, M.Si.(Hum/Red)

Baca juga :

Top