''

Pemko Tanjungpinang Persiapkan Penilaian Anugrah Parahita Ekapraya

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dalam paparannya tentang penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dalam paparannya tentang penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sedang mempersiapkan penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

Anugrah Parahita Ekapraya adalah penghargaan yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi yang terkait dengan pangarustamaan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diberbagai sektor pembangunan.

Akan hal itu, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Tanjungpinang mengadakan ekspos di Aula Bulang Linggi Badan Perpustakaan Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang.

Ekspos tersebut dinilai langsung oleh Tim Independen Verifikasi Evaluasi Pembangunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan SKPD, Kamis (6/10) lalu.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dalam paparannya menjelaskan, Pemerintah Kota Tanjungpinang selama ini telah berkomitmen untuk terus mendukung program pangarustamaan gender, perlindungan perempuan serta perlindungan anak.

“Kami terus mendukung program pangarustamaan gender dengan membuat regulasi terkait program-program yang telah dilaksanakan di SKPD Pemko Tanjungpinang,” terang Syahrul kepada tim verifikasi independen Anugrah Parahita Ekapraya.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dalam paparannya tentang penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dalam paparannya tentang penilaian Anugrah Parahita Ekapraya (APE).

Syahrul menjelaskan, berdasarkan data yang ada, perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Tanjungpinang mencapai 77,9. Sedangkan perkembangan indeks pembangunan gender mencapai 96,45. Sementara itu, indeks pemberdayaan gender meningkat menjadi 70,92.

Karena itu, dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender di Kota Tanjungpinang, telah dilaksanakan program prioritas yang dilaksanakan oleh SKPD terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan cara saling bersinergi antar SKPD.

Tim verifikasi independen Anugrah Parahita Ekapraya mengakui bahwa Kota Tanjungpinang sangat berkomitmen terhadap program pangarustamaan gender.

Melihat apa yang di paparkan Wakil Walikota Tanjungpinang, mulai dari regulasi, pemberdayaan ekonomi perempuan hingga menurunkan angka kematian ibu, adalah merupakan prestasi yang luar biasa.

“Mudah-mudahan Kota Tanjungpinang bisa meraih prestasi lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkap Syahrul.

Menurutnya, Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bisa menjadi barometer untuk kabupaten/kota lainnya dalam rangka memenuhi tiga masalah, yakni pangarustamaan gender, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak.

Usai memaparkan program-program pangarustamaan gender, selanjutnya tim verifikasi beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan diskusi dan tanya jawab terkait permasalahan upaya pemko Tanjungpinang dalam menekan angka kematian ibu dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Diskusi itu di moderator oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani. Hadir pula Lalita Gaafar selaku tim Verifikasi Evaluasi Pembangunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (red/hum)

Baca juga :

Top