'

Pemerintah Minta UNHCR Dampingi Deteni Suaka Di Tanjungpinang

Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul bersama Senior Protection Officer Refugees (UNHCR), Jeffery Savage di Kantor Walikota Tanjungpinang.


Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul bersama Senior Protection Officer Refugees (UNHCR), Jeffery Savage di Kantor Walikota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang meminta United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mendampingi deteni pencari suaka di Kota Tanjungpinang.

Hal ini dilakukan guna menghindari dampak negatif yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

“Kami khawatir para deteni ini membawa dan menyebarkan paham radikalisme yang dapat mempengaruhi masyarakat Kota Tanjungpinang,” kata Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Kamis (13/10) kemarin.

Menurutnya, keberadaan pengungsi asal Timur Tengah harus mendapatkan perhatian. Karena, komunikasi yang terjalin dengan masyarakat menimbulkan banyak kekhawatiran. Ditambah lagi gedung Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) berada di pusat kota.

“Gedung Rudenim juga letaknya di tengah kota dan eksisting di tengah masyarakat. Saya rasa kurang etis sebenarnya,” kata Syahrul usai menyambut kunjungan UNHCR ke Tanjungpinang di Kantor Walikota Tanjungpinang.

Terkait kunjungan perwakilan UNHCR dari Jakarta ke Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, Wakil Walikota ini mengaku siap memberikan dukungan. Seperti berupa alokasi lahan untuk membangun gedung Rudenim di tempat khusus.

“Contohnya pembangunan tempat pengungsian orang Vietnam (Camp Vietnam) di Pulau Galang Batam. Kita juga bisa menyiapkan lahan untuk para deteni di Tanjungpinang,” katanya.

Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul bersama Senior Protection Officer Refugees (UNHCR), Jeffery Savage terlihat berbincang di salah satu ruangan di Kantor Walikota Tanjungpinang.

Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul bersama Senior Protection Officer Refugees (UNHCR), Jeffery Savage terlihat berbincang di salah satu ruangan di Kantor Walikota Tanjungpinang.

Di sisi lain, deteni yang memiliki keahlian (skill) bisa diinformasikan ke Pemko Tanjungpinang. Tujuannya berbagi ilmu dan keahlian sesama masyarakat melalui jalur pemerintah.

Walaupun Syahrul mengaku terbuka terhadap kedatangan deteni pencari suaka sebagai sesama manusia, ia meminta sebagai seorang pendatang para deteni diharapkan mematuhi norma agama.

“Kita ‘welcome’ terhadap mereka. Tapi, aktivitas pencari suaka di luar tempat pengungsian perlu tetap dipantau,” tegasnya.

Senior Protection Officer Refugees, Jeffery Savage mengatakan, kunjungan pihaknya ke Pemko Tanjungpinang bertujuan guna membahas permasalahan yang berhubungan dengan komuniti house para pengungsi dan pencari suaka (imigran) yang berada di Tanjungpinang.

Jeffery menambahkan bahwa mereka siap menampung aspirasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait masalah pengungsi dan mencari solusi tentang isu negatif, masalah sosial, ideologi, keagamaan dan sosialitas tentang bagaimana isu tersebut bisa diselesaikan agar tidak terjadi gesekan antara imigran dengan daerah setempat. (Iskandar)

Baca juga :

Top