''

PDAM Tirta Kepri Belum Tanggapi Keluhan Pelanggan Ini

Inilah Tagihan Air PDAM Tirta Kepri Pelanggan Linda yang Membengkak 3 Bulan Terakhir.

Inilah Tagihan Air PDAM Tirta Kepri Pelanggan Linda yang Membengkak 3 Bulan Terakhir.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Provinsi Kepulauan Riau, belum menanggapi keluhan seorang pelanggan atas nama Linda yang memakai jasa penggunaan air dari perusahaan tersebut, dimana sebelumnya tagihan pelanggan ini membengkak 3 bulan terakhir.

Baca: Tagihan Pelanggan PDAM Ini Membengkak, Direkturnya Tak Tahu Cara Menghitung

Kepada LintasKepri.com, Jumat (2/12) lalu, Linda menjelaskan, di bulan Agustus tagihannya mencapai Rp507.600. Dibulan berikutnya yakni September mencapai Rp1.369.000. Kemudian Oktober 2016 naik drastis hingga mencapai Rp2.095.600.

“Heran saya mas, setiap bulan saya membayar tagihan air makin besar,” kata Linda, yang menyewa ruko di Jalan Pramuka Kota Tanjungpinang kepada LintasKepri dihari yang sama.

Dirinya yang menyewa ruko di jalan tersebut untuk usaha pecel lele, merasa tagihan air tak sebanding dengan pemakaian perhari.

“Saya di ruko ini cuma pakai air untuk mandi dan nyuci piring kotor dari usaha pecel lele saya saja, kok sampai 2 juta di bulan Oktober,” heran Linda.

Atas tagihannya setiap bulan menggelembung, ia melaporkan apa yang dialaminya ke Kantor PDAM Tirta Kepri Jalan MT Haryono No.87 Tanjungpinang pada 30 November 2016 yang lalu.

“Sudah saya lapor mas, hampir satu minggu, tapi tak ada satupun petugas PDAM datang ke ruko saya,” kesalnya.

Linda juga memberitahu bahwasanya meteran air ditempat usahanya itu tak berfungsi secara optimal dan keran pembuka air juga bernasib sama.

Meteran Air PDAM Tirta Kepri.

Meteran Air PDAM Tirta Kepri.

Diwawancara terpisah, Kepala PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik menjelaskan, bahwasanya tarif yang dikenakan kepada pelanggan untuk pemakaian rumah tangga berbeda dengan tarif untuk usaha.

“Ada data harga dan tagihannya, sesuai dengan SK Gubernur,” kata dia kepada LintasKepri.

Untuk tagihan yang membengkak, Kholik menyarankan melapor kepada petugasnya agar bisa dijelaskan.

“Kalau mau komplen silahkan komplen, kita bisa komplen kok,” tegasnya.

Seharusnya, kata Kholik, pada saat melakukan pembayaran tagihan pelanggan, langsung komplen. Jika tidak, maka administrasi pelanggan telah setuju dengan tagihan tersebut.

Selain itu juga, apabila pelanggan merasa keberatan dengan tagihannya yang besar, bisa melakukan sistem akurasi kepada PDAM.

“Kan ada sistem akurasi mengecek kembali di kilometer pelanggan, yang mana salah dengan meterannya, sampai dengan pergantian meteran,” beber Kholik.

Untuk pergantian meteran pelanggan yang dinilai terkesan lamban, Kholik berkilah bahwasanya pergantian meteran ada prosedur.

“Masak hari ini lapor besok langsung ganti. Pelanggan kita ribuan loh, ada giliran penggantian meteran. Informasinya, dari petugas saya, besok melakukan penggantian meteran terhadap pelanggan ini,” tutur Kholik.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri dari Fraksi Hanura, Rudy Chua, saat ditemui LintasKepri.com mengatakan, terkait tagihan air pelanggan tersebut yang membengkak, dirinya akan memanggil pihak PDAM.

Anggota DPRD Kepri dari Fraksi Hanura, Rudy Chua

Anggota DPRD Kepri dari Fraksi Hanura, Rudy Chua

“Berikan bukti pembayarannya kepada saya, nanti saya panggil pihak PDAM,” tegas Rudy Chua, Selasa (6/12).

Bahkan dia menyebut dengan pembayaran tagihan yang mencapai Rp2 juta lebih di bulan Oktober tidak betul.

“Ada yang salah,” tegasnya. (afriadi)

Baca juga :

Top