Nurdin Minta PLN Tepati Janji

Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri ekspose pembangunan kelistrikan interkoneksi 150 KV Batam-Bintan, di PLTU Tanjungkasam.

Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri ekspose pembangunan kelistrikan interkoneksi 150 KV Batam-Bintan, di PLTU Tanjungkasam.

Batam, Lintaskepri.com – Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik rencana PLN meningkatkan kapasitas listrik di Kepri. Namun demikian, Nurdin menggaris bawahi agar rencana itu tidak hanya sekedar rencana saja.

“Semangat ini harus ditunjukkan dengan realisasinya juga. Karena bagaimanapun juga, listrik ini sangat penting,” kata Nurdin saat menghadiri ekspose pembangunan kelistrikan interkoneksi 150 KV Batam-Bintan, di PLTU Tanjungkasam, beberapa waktu lalu.

Permintaan ini, kata Nurdin bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya, PLN kerap gagal dalam merealisasikan janjinya. “Dulu di Karimun, Saya harus marah-marah dulu baru mesinnya dipasang. Nah, sampai sekarang entah iya entah tidak mesinnya terpasang,” kritiknya.

Berangkat dari pengalaman-pengalaman itulah, kedepan Ia meminta betul PLN merealisasikannya. “Apalagi sebentar lagi kota memasuki bulan puasa. Saya pesan jangan sampai ada pemadaman. Karena ini mengganggu sekali,” tegasnya.

Sebelumnya GM PLN wilayah Riau dan Kepri Febby Joko Priharto mengatakan bahwa pihaknya siap mengaliri listrik di seluruh Batam. Tak hanya Batam, pulau-pulau di sekitarnya termasuk Pulau Bintan akan dapat disuplai kelistrikannya dari Batam.”Tahun 2019 nanti ada 50 MW tambahan di pulau Bintan, 10 MW di Dabo dan Natuna serta 30 MW di Karimun. Penambahan ini akan selesai 2019 nanti,” kata Febby.

Pendapat ini diamini Dirut PT Bright PLN batam Dadang Kurniadi Pura. Saat ini rasio elektrifikasi kelistrikan di Batam sudah mencapai 97 persen. Jumlah ini coba diperbaiki dengan rasio kelistrikan Kepri yang “baru” 70 persen. “Kedepan, listrik Kepri dengan kehadiran interkoneksi akan bisa meningkat lagi,” harap Dadang.

Hingga Maret 2015  jumlah pelanggan yang dilayani PLN mencapai 287. 337 pelanggan. Adapun total beban puncak normal 412,3 MW dan beban puncak netto 327,3 MW per Maret 2016.

Pemenuhan kelistrikan di Indonesia merupakan salah satu program Nawacita Presiden yang memiliki ambisi membangun 35 ribu MW di seluruh Indonesia. Saat ini sudah ada sekitar 7 ribu MW yang sudah terealisasi yang didalamnya termasuk Kepri. (hum/red)

Baca juga :

Top