'

Miris, Inilah Kondisi Mushola dan Perpustakaan SDN 009 Tanjungpinang

Inilah kondisi Mushola di SDN 009 tanjungpinang Timur yang diperuntukan bagi peserta didik dalam menunaikan ibadah.

Inilah kondisi Mushola di SDN 009 Tanjungpinang Timur yang diperuntukan bagi peserta didik dalam menunaikan ibadah.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Tempat Ibadah untuk peserta didik yakni Mushola di Sekolah Dasar Negeri 009 Tanjungpinang Timur yang terletak di Jalan Rawasari kondisinya sangat memprihatinkan.

Bangunan ini harus dihiasi lubang besar menganga dalam arti tanpa dilengkapi jendela maupun pintu sebagaimana layaknya sebuah bangunan. Bahkan warna cat yang telah memudar menghiasi bangunan tersebut.

Selain itu juga, perpustakaan di sekolah ini jikala hujan lebat mengguyur bocor. Alhasil, buku-buku yang tertata rapi di rak harus basah. Disekolah ini ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) nya juga masih menumpang di perpustakaan. Tentu saja hal ini menjadi persoalan klasik, dana terbatas menjadi penyebabnya.

Inilah kondisi Mushola di SDN 009 tanjungpinang Timur yang diperuntukan bagi peserta didik dalam menunaikan ibadah.

Inilah kondisi Mushola di SDN 009 Tanjungpinang Timur yang diperuntukan bagi peserta didik dalam menunaikan ibadah.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah pernah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang agar diperbaiki. Sayangnya hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kepala sekolah sudah pernah ajukan. Tapi belum dapat bantuan secara langsung. Mungkin sekolah kami ini belum dapat giliran diperbantui. Jadi kita harus sabar. Mungkin ada waktunya,” kata salah satu guru di sekolah ini saat dijumpai LintasKepri.com, Rabu (1/2).

Dengan keadaan seperti itu, pihak sekolah dan anak murid merasa terganggu dengan aroma bau tak sedap dari toilet saat beribadah di mushola.

Seperti inilah kondisi perpustakaan di SDN 009 Tanjungpinang Timur apabila hujan lebat mengguyur, buku-buku yang tertata rapi di rak menjadi basah.

Seperti inilah kondisi perpustakaan di SDN 009 Tanjungpinang Timur apabila hujan lebat mengguyur, buku-buku yang tertata rapi di rak menjadi basah.

“Kita ingin kondisinya baik. Bangunan itu sudah 5 tahun lebih sejak 2012. Awalnya bangunan itu adalah rumah penjaga sekolah. Berhubung kekurangan ruangan dan makin bertambahnya murid, jadi difungsikan buat mushola,” tutur guru di sekolah ini lagi.

Bahkan, kata pihak sekolah, Walikota Tanjungpinang pernah melihat langsung, dan katanya akan dibantu untuk diperbaiki.

Pihak sekolah juga menyebut bahwasanya Selasa (31/1), seorang anggota DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga telah datang berkunjung melihat kondisi yang sebenarnya.

“Sekolah ini juga sering banjir saat hujan lebat, dan perpustakaan suka bocor hingga buku-buku sampai basah,” tegas guru di sekolah ini lagi.

(Iskandar)

Baca juga :

Top