MEA Berdampak Besar di Wilayah Kepri

Lis Darmansyah, Walikota Tanjungpinang

Lis Darmansyah, Walikota Tanjungpinang

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 mendatang, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyebut wilayah Kepulauan Riau (Kepri) akan berdampak besar terhadap pasar bebas MEA.

“Dalam pertemuan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Presiden dan Kepala Bank Indonesia kemarin sudah saya sampaikan langsung. Mengenai dampak yang paling besar ditimbulkan atas pemberlakuan MEA adalah wilayah Kepri,” katanya, Selasa (1/12).

Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum siap menghadapi MEA, Lis justru hingga kini belum mengetahui tentang aturan pemberlakuan MEA.

Dia menilai, bukan didaerah Tanjungpinang saja yang belum siap menghadapi MEA. Didaerah lain seperti Lingga, Natuna, Bintan, Batam maupun daerah perbatasan lainnya diwilayah Kepri mungkin mengalami hal yang samam, karena perangkat MEA memang belum ada.

“Siapa yang tau peraturan tentang MEA?, dan satu orangpun belum ada yang tau!. Saya sendiripun tidak tau tentang aturan tersebut baik mengenai peraturan terhadap orang-orang negara luar negeri yang akan bekerja di Indonesia,” kata Lis kepada LintasKepri.com.

Mengatasi hal itu, Dirinya menjelaskan saat ini pemerintah hanya bisa melakukan sosialisasi, menciptakan program-program guna mengantisipasi permasalahan MEA dengan tujuan meningkatkan serta menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan.

Walikota Tanjungpinang ini mengakui bahwa profesionalitas dan kinerja para pelaku usaha luar lebih unggul bila dibandingkan dengan tenaga lokal. Jadi, suka tidak suka harus dijalani.

Selain itu, para pendamping wisatawan dari luar seperti Gaet akan diberikan pemahaman terhadap sistem yang benar menghadapi orang asing seperti tutur bahasa dan penampilan. Sedangkan untuk produk ekonomi kerakyatan akan lebih ditingkatkan dari segi kemasan harus menarik sehingga memiliki nilai layak jual. (Syah)

Baca juga :

Top