''

LSM dan Mahasiswa Duga Yatim Mustafa Korupsi 1,38 M

-Dugaan Korupsi Berjamaah Pengadaan Buku dan Kegiatan

Puluhan Unras yang tergabung dalamForum Aksi Bersama (FAB) menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Kamis (19/5)

Puluhan Unras yang tergabung dalamForum Aksi Bersama (FAB) menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Kamis (19/5)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Puluhan masa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik Kepri, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kepri, dan sejumlah mahasiswa, yang tergabung dalam Forum Aksi Bersama (FAB) menggelar aksi Unjuk Rasa (Unras) di halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Kamis (19/5).

Dalam Unras itu mahasiswa menduga Kepala Dinas Pendidikan melakukan korupsi berjamaah dalam kegiatan-kegiatan yang dianggap mumbazir (sia-sia,red) di Kota Batam beberapa waktu lalu dengan anggaran miliaran rupiah.

“Diduga adanya pemborosan atau mark-up anggran lebih kurang Rp.1,38 miliyar atau indikasi korupsi dalam kegiatan pengadaan, pelaksanaan buku karakter Pramuka untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Se-Provinsi Kepri,” ungkap Bili Suara, orator Unras saat itu.

Mereka juga mendesak Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk segera mencopot PPK, PPTK dan KPA dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustafa yang diduga telah menerima fee dalam kegiatan tersebut.

“Kepala dinas Provinsi Kepri harus bertanggung jawab dan menjelaskan kepada publik, terkait dugaan dana fee yang di transfer oleh manajemen Amir Hotel Jakarta,” ungkap para pengunjuk rasa.

Selanjutnya, dalam aksi Unras itu, mereka meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk menanggapi segera aksi tersebut, namun sayangnya Yatim Mustafa tidak berada di tempat.

Kemudian, para pengunjukrasa itu menggelar Swiping, mencari Kepala Dinas Pendidikan dengan mengelilingi setiap ruangan kantor Dinas Pendidikan, namun sayangnya tindakan mereka di kawal kurang lebih 100 aparat kepolisian dari Polres Tanjungpinang.

Di lokasi Unras itu, terlihat para pegawai memulangkan diri, dan mengunci setiap ruangan yang ada. Mereka seperti ketakutan dan seperti menutup diri saat ditanyakan sejumlah media mengenai keberadaan Yatim Mustafa.

Dikawal aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri, para Unras itu kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top