'

Lis : Pelindo Pantas Disebut VOC

– Terkait Rencana Pelindo Naikan Biaya Sandar Kapal

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kamis (17/3)

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kamis (17/3)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Rencana PT Pelindo I Tanjungpinang menaikan biaya sandar kapal (tambat) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dalam waktu dekat ini, ditentang keras Walikota Tanjungpinang. Bahkan walikota menilai pejabat di Pelindo I Tanjungpinang “VOC”.

“Memang VOC lah, memang pantas kita sebut Pelindo itu VOC,” kata Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kamis (17/3).

Alasan dirinya menentang keras atas kebijakan Pelindo I tersebut, karena dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Sementara sarana dan prasarana di pelabuhan belum memadai.

“Kenaikan tambat atau biaya sandar kapal itu tentunya akan mempengaruhi semua aspek yang ada didalam. Termasuk orang yang menggunakan transportasi laut. Seharusnya tidak dinaikkan. Karena menyangkut masyarakat luas,” nilai Lis.

Walikota menyebut, tarif tambat kapal yang direncanakan naik oleh Pelindo I sebesar 200 persen dari Rp 55 ribu. Jika hal itu terjadi, maka aspek masyarakat jadi imbasnya.

“Apabila operator kapal mogok, saya setuju,” dukung Lis.

Seharusnya Pelindo I memperhatikan keadaan ekonomi saat ini, dan tentunya juga mempertimbangkan dengan matang diberi waktu tenggang untuk di sosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat luas. Lis juga mempertanyakan pendapatan Pelindo I selama ini dari untung yang diraih.

“Pertanyaannya selama ini tau tidak kita berapa pelindo mendapatkan pendapatan. Kita juga tidak tau berapa kenaikannya. Saya super sangat tidak setuju. Pelindo jangan sewena-wena. Setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik mestinya dibicarakan terlebih dahulu. Menurut saya semua operator pasti menolak,” tegas Lis.

Lis juga menyindir, Pelindo jangan “gila cari untung”, seperti contoh Pelabuhan Pelantar II, itu dulunya yang bangun Pemda. Pelindo itu hanya diuntungkan oleh undang-undang tentang pengelolaan pelabuhan.

“Coba lihat kondisi ujung daripada pelabuhan pelantar II. Kalau ada bolong pada badan jalan, yang melakukan tambal itu adalah para buruh-buruh pelabuhan dari patungan duit mereka sendiri. Tidak ada Pelindo bantu perbaiki. Namun faktanya Pelantar II tarif pelabuhannya dipungut juga dengan Pelindo,” terangnya.

Terhadap hal ini, Pemko akan berkoordinasi dengan DPRD Kota Tanjungpinang bersama Stakeholder yang ada. (syh)

Baca juga :

Top