'

Life Jacket Keselamatan Berlayar Program Sosial Bank Indonesia

Life Jacket (rompi pelampung)

Life Jacket (rompi pelampung)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Bank Indonesia (BI) Batam, perwakilan Kepri, membagikan 500 Life Jacket (rompi pelampung) kepada penambang kapal kayu bermesin (pompong) untuk keselamatan transportasi laut bagi penumpang.

Dengan bangganya bantuan tersebut dibagikan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah pada Sabtu (27/8) diperuntukkan bagi penambang pompong rute Tanjungpinang-Pulau Penyengat, Kampung Bugis dan Senggarang.

Ini merupakan bantuan Program Sosial Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, pihak Bank Indonesia ikut serta merealisasikan wisata yang ada di Pulau Penyengat.

Ia mengatakan program sosial ini sudah lama direncanakan oleh BI namun baru saat ini terealisasikan.

“Program ini sudah terlambat kita realisasikan dengan terjadinya kejadian yang menimpa saudara-saudara kita beberapa hari lalu, dan kita harapkan bersama tidak ada lagi kejadian serupa,” katanya.

Gusti mengatakan keseluruhan Life Jacket yang akan dibantu sebanyak 1200 buah.

“Namun pada hari ini baru bisa kami kasih 500 buah sebagai tahap pertama. Selebihnya masih kita pesan karena di Batam kehabisan persediaan (stok), kekurangannya secepatnya menyusul,” terangnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Batam Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Batam Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra.

Gusti berharap Life Jacket yang dibantu dapat dipergunakan semestinya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Ka Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, Wan Samsi dalam sambutannya mengatakan bantuan Life Jacket ini diserahkan ke tiga tempat penambang pompong yakni dermaga Pulau penyengat, Pelantar I untuk rute Senggarang dan Pelantar II rute Kampung Bugis.

“Bantuan Life Jacket ini sebanyak 1200 buah secara bertahap, pada hari ini akan kita serahkan sebanyak 500 buah dahulu kepada penambang pompong Penyengat, Kampung Bugis dan Senggarang,” ucapnya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro yang turut hadir dalam acara tersebut mengharapkan supaya Life Jacket digunakan para penumpang dan penambang pompong saat menyeberang antar pulau.

“Demi keselamatan kita semua, gunakan Life Jacket (rompi pelampung) yang sudah tersedia. Jika para penumpang tidak memakainya jangan diperbolehkan untuk berangkat,” tegasnya.

Para penambang harus mengutamakan keselamatan penumpang, karena cuaca di Kepri ini sulit ditebak dan selalu berubah-ubah.

“Jika cuaca tidak mendukung jangan dilanjutkan berangkat demi keselamatan kita bersama,” imbaunya.

BI BatamWalikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memberi apresiasi dan terimakasih kepada pihak Bank Indonesia cabang Batam Perwakilan Kepri yang telah membantu.

Dirinya tidak akan toleransi lagi kepada penumpang atau penambang pompong jika tidak menggunakan Life Jacket.

“Jika tidak memakai Life Jacket dengan benar, dan tidak mematuhi aturan tidak diperbolehkan untuk berangkat,” tegas Lis.

Pembagian ini, kata dia, secara bertahap, dan nanti akan dibagikan juga untuk para nelayan.

Berikut data penambang kapal pompong di Kota Tanjungpinang. Jumlah penambang, 280 orang.
Jumlah Life Jacket yang dibagikan tahap I berjumlah 500 buah dengan rincian Dermaga Pulau Penyengat 230, Pelantar I 40, Pelantar II depan klenteng 40, Pelantar II depan Laut Jaya 40, Senggarang 70 dan Kampung Bugis 80 buah Life Jacket. (dar)

Baca juga :

Top