'

KUMKM Provinsi Kepri Dinilai Rendah Sosialisasi Pengelolaan Dana Bergulir

Kepala Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPBD) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KUMKM), Kemas Daniel.

Kepala Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPBD) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KUMKM), Kemas Daniel.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil  dan Menengah (KUMKM) Provinsi Kepri dinilai masih rendah mensosialisasikan pengelolaan dana bergulir didaerah ini.

Hal tersebut terlihat dari data yang disebutkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)  Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KUMKM-RI).

“Kurangnya informasi yang dilakukan oleh dinas tingkat II yang menyebabkan pengelolaan dana bergulir di Provinsi Kepri masih rendah,” kata Kepala LPDB KUMKM RI, Kemas Daniel, Kamis (16/2).

Menurut Daniel, setiap pelaku usaha berhak mendapatkan dana bergulir dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Minimal pinjaman setiap koperasi dan UMKM tergantung pada kualitas dan kapabilitas. Harus sudah berdiri minimal dua tahun, berbadan hukum dan harus menguntungkan,” tuturnya.

Pinjaman dana bergulir ini, kata dia, berasal dari APBN yang disubsidi pemerintah untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM).

“Siapa pun yang menyalahgunakan dana ini akan bermasalah dengan hukum,” tegas Kemas Daniel.

(Budi Arifin)

Baca juga :

Top