'

KPPBC Tanjungpinang Gagalkan Penyelundupan Sabu 2.850 Gram

-Sabu Disimpan Dalam Sepatu yang Telah Dimodifikasi

KPPBC Tanjungpinang Saat Gelar Press Rilis Penangkapan Sabu

KPPBC Tanjungpinang Saat Gelar Press Rilis Penangkapan Sabu

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B didampingi Kepolisian Resort (Polres) dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, menggelar press rilis di pintu masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Senin (14/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Konferensi pers terkait penangkapan 2.850 gram sabu yang dilakukan 5 tersangka di pelabuhan tersebut pada Minggu (13/3) lalu, sekira pukul 11.45 WIB.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memberikan apresiasi atas kinerja KPPBC Tanjungpinang dalam proses penangkapan dan penggagalan penyelendupan Narkoba ke Kota Tanjungpinang.

“Kami (Pemko,red) mengucapkan terimakasih atas kinerja Bea dan Cukai dalam keberhasilannya menangkap para tersangka penyelundup narkoba jenis sabu ke kota kita,” ujar lis didampingi Kapolres Tanjungpinang, AKBP Kristian Siagian.

Dalam penyampaian kronologis penangkapan oleh Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang, Duki Rusnadi, menjelaskan penangkapan dalam tahapan kejadian tersebut, bermula dari tertangkapnya salah seorang penumpang Kapal Ferry MV Batavia yang masuk ke Pelabuhan Internasional SBP pada Mingg, (13/3) sekira pukul 11.45 WIB dengan jumlah penumpang 65 orang terdiri dari 44 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 21 orang Warga Negara Malaysia.

“Minggu (13/3), pukul 11.45 WIB, Kapal Ferry MV Batavia tiba dari Malaysia di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang dengan membawa 65 orang penumpang, WNI 44 orang, Warga Negara Malaysia 21 orang. Kemudian, saat petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang, terdeteksi adanya Narkoba jenis Sabu (Methamphetamin) terhadap penumpang berinisial SW, laki-laki, alamat Bangkalan, kelahiran 31 Maret 1993, identitas Nomor Pasport: B 3208512, yang dikeluarkan di Tanjungperak,” papar Duki.

Duki menjelaskan, adapun Barang Bukti (BB) ditemukan didalam sepatu yang dipakai SW sebanyak 777 gram sabu. Kemudian petugas melakukan penyelidikan guna menggali informasi hingga melakukan pengembangan. Melalui kerjasama dengan Polsek Pelabuhan SBP Tanjungpinang, ditemukan lagi adanya empat tersangka baru yang merupakan rekanan dari SW yang ikut masuk di hari yang sama dan telah tiba di Kota Batam.

“Kami (KPPBC-red) bersama Kapolsek KPP Pelabuhan Tanjungpinang dan anggota mengintrogasi terhadap SW. Ternyata keberangkatan SW diketahui bersama pamannya SL yang pulang dari Malaysia dan membawa barang yang dikemas dalam sepatu milik SL yang telah keluar dari pelabuhan kemudian dilakukan tindakan dengan koordinasi Bea dan Cukai bersama Polsek KPP dan Satnarkoba untuk kontrol delivery di Bandara RHF dan tersangka SL telah keluar dari pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang,” jelas Duki.

Duki mengutarakan, disaat pengembangan target masih berlangsung, pihak KPPBC melakukan koordinasi dengan Imigrasi terhadap dokumen foto Passport. Namun ternyata SL terlacak sudah di Batam.

“Pada pukul 15.15 WIB SL berhasil ditangkap petugas di Batam. Tersangka SL dibawa oleh Kapolsek KPP Tanjungpinang, Kompol Sujoko dibantu anggota BC serta anggota Satnarkoba Polres Tanjungpinang untuk melakukan pengejaran terhadap tersangka lain yang terdeteksi keberadaannya di Batam dengan tetap melakukan koordinasi dengan instansi Bandara Hangnadim Batam. Kemudian petugas berhasil mengamankan tersangka lainnya, yakni ST, perempuan, kelahiran 5 Maret 1975, No Passport AT 112944, jumlah Barang Bukti (BB) didapat darinya 530 gram Sabu, dan MW, perempuan, kelahiran 31 Desember 1955, No Passport B 0439118, dengan jumlah BB 478 gram Sabu, dan KM, perempuan, kelahiran 4 Januari 1973, No Passport B 0439120, dengan jumlah BB 480 gram Sabu. Total keseluruhan jumlah BB 2.850 gram narkoba jenis Shabu,” beber Duki.

Atas perbuatan para tersangka, dijerat dengan pasal 114 jo pasal 112 UU Nomor 35 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top