''

Kepri Krisis Tanggung Jawab Kelola Air Bersih

Ketua ALIM Kepri, Kherjuli.

Ketua ALIM Kepri, Kherjuli.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Air Lingkungan dan Manusia (ALIM) menilai daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) krisis tanggung jawab terhadap pengelolaan potensi air bersih.

“Dalam hal ini adalah pemerintah daerah pada kenyataannya kepedulian para pemangku kepentingan minim dari tahun ke tahun. Progres tentang pengolahan air bersih juga terkesan lambat,” kritik Ketua ALIM Kepri, Kherjuli, Jumat (24/3).

Menurut dia sebenarnya Kepri tidak krisis air. Akan tetapi di Kepri mengalami krisis terhadap tanggung jawab tentang pengelolaan potensi air bersih.

Seharusnya Pemerintah Daerah Provinsi Kepri harus peka. Hanya saja kepedulian tentang hal itu masih dinilai lambat untuk mengelola potensi air bersih yang ada di Pulau Bintan.

Penilaian Alim tersebut dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 22 Maret tiap tahunnya, dan berdasarkan perbandingan kondisi ketersediaan air bersih sejak berdirinya Alim yang fokus pada air 2005 sampai 2017.

“Potensi air baku di Pulau Bintan ini sangat besar. Pertama, didaerah Busung, Kabupaten Bintan memiliki debit air yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Bintan. Kemudian Dompak yang juga memiliki potensi besar sebagai sumber air baku untuk minum,” papar Kherjuli yang juga disebut-sebut Presiden Air ini.

Baginya, negeri fakir adalah negeri yang tak ada air. Jika melihat UUD 1945, kata Kherjuli, maka Bumi, air dan kekayaan alam lainnya dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat.

“Artinya tanggung jawab pengelolaan air ada pada negara,” tegasnya.

Terkait kunjungan Presiden Joko Widodo melihat pengerjaan waduk Sei Gong di Batam (23/2), Alim meminta momentum itu dapat menambah kepedulian pemangku kepentingan di Kepri yakni Pemerintah Daerah terhadap kondisi air bersih.

“Kami berharap Presiden RI Joko Widodo tidak hanya memperhatikan Batam, tapi juga memberikan perhatian terhadap Pulau Bintan,” tutur Kherjuli.

Karena, jika Batam selama 3 tahun terakhir terancam krisis air, daerah tersebut telah berupaya membangun cadangan air bersih baru termasuk Sei Gong.

“Artinya, kondisi air bersih di Batam berada di atas pertumbuhan penduduk. Sementara di Pulau Bintan dan wilayah sekitarnya termasuk Tanjungpinang ketersediaan air bersih berada di bawah pertumbuhan penduduk,” katanya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top